trubus.id
Warna pada Tanaman Ternyata Memiliki Khasiat Bagi Kesehatan Manusia

Warna pada Tanaman Ternyata Memiliki Khasiat Bagi Kesehatan Manusia

Thomas Aquinus - Selasa, 26 Mei 2020 18:00 WIB

Trubus.id -- Banyak tanaman atau tumbuhan saat ini yang memiliki beraneka warna pada bagian-bagiannya, mulai dari akar, batang, daun, buah, kulit buah, daging buah, dan bijinya. Lalu, timbul pertanyaan apa kegunaan warna-warna tersebut bagi tanaman sendiri, manusia dan lingkungannya secara keseluruhan?

Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Prof Sandra Arifin Aziz menyampaikan bahwa dibalik warna-warna tersebut ternyata memiliki banyak kegunaan. Warna tersebut menjadi atraktan untuk pollinator atau serangga yang akan menyerbuki bunganya, untuk deteren/penghindar atau pertahanan terhadap musuh alaminya/herbivor baik berupa serangga atau vertebrata, fungi dan bakteri, virus, tumbuhan lain dalam persaingan cahaya, air dan hara.  

Selain itu, warna pada tanaman juga menjadi sinyal komunikasi tumbuhan dengan mikroorganisme simbiotik, proteksi terhadap sinar ultra violet atau stress fisik lain. Dan sebagai bahan baku obat, racun, flavour, industri, pestisida hayati bagi kebutuhan manusia.

“Warna pada tumbuhan juga dipakai dalam proses fotosintesis misalnya antosianin dan karotenoid. Pada kondisi tumbuhan mengalami stress maka warna-warna dalam bentuk antosianin dan karotenoid akan meningkat di dalam daun atau bagian-bagian tanaman tertentu.  Oleh karena itu sering kita temukan tumbuhan yang stres, misalnya karena kekeringan akan berwarna lebih merah. Klorofil yang mungkin terganggu aktivitasnya akibat stres yang ada akan dibantu oleh pigmen-pigmen ini.  Pigmen-pigmen ini tidak terlibat secara langsung pada reaksi fotosintesis tetapi mentransfer energinya ke klorofil A, sehingga fotosintesis dapat dilakukan walaupun dalam kondisi stres,” jelasnya.

Menurutnya warna pada tumbuhan sebenarnya adalah hasil metabolisme tanaman atau metabolit yang merupakan suatu bahan kimia tertentu yang dihasilkan pada tempat-tempat tertentu pada fase pertumbuhan tertentu, disimpan di tempat tertentu di dalam tumbuhan dan memiliki fungsi tertentu.  

“Warna-warna tersebut ternyata memiliki manfaat bagi kita manusia. Salah satunya adalah sebagai bahan baku obat. Antosianin merupakan metabolit sekunder warna merah muda, merah, biru, ungu sampai ke ungu kehitaman, malah ada yang mengatakan berwarna hitam. Antosianin bisa berubah warna menurut kemasaman atau pH tanah atau cairan pelarutnya.  Sebagai contoh adalah pada bunga bokor (Hydrangea macrophylla) dan kembang telang (Clitoria ternatea),” ujarnya.

Dijelaskan dalam siaran persnya, hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa kembang bokor memiliki khasiat anti alergi dan anti mikrob, selain itu memiliki aktivitas menjaga hati/hepatoprotective.  Ekstrak daunnya merupakan senyawa kimia baru untuk anti malaria dan anti diabetes. Sementara itu khasiat kembang telang adalah untuk meningkatkan daya ingat, mengatasi gangguan kecemasan, meringankan depresi, mengandung antioksidan.

“Secara umum, antosianin yang berwarna merah berkhasiat untuk memperlancar peredaran darah, sehingga membantu kerja jantung. Untuk antosianin yang berwarna biru, hasil-hasil penelitian menunjukkan bantuan terhadap kestabilan kerja otak dan ginjal. Warna lain yang kita kenal sebagai pigmen di tumbuhan adalah warna merah terang, kuning dan orange atau jingga yang berasal dari pigmen karotenoid.  Warna jingga ini terutama kita temui misalnya pada kulit dan daging buah-buahan, daun yang menua, jagung, labu kuning, tomat, umbi-umbian seperti pada wortel dan ubi jalar, burung flamingo, kenari, ikan salmon, lobster dan udang. Karotenoid memiliki sifat antioksidan dan dapat mengurangi perkembangan kanker, meningkatkan sistem imun tubuh,” tambahnya.

Provitamin A karotenoid dapat diubah menjadi vitamin A yang penting untuk pertumbuhan, fungsi imun, dan kesehatan mata. Tubuh manusia mengubah beta karoten, yang merupakan prekursor vitamin A, menjadi vitamin A (retinol). Manusia memerlukan vitamin A untuk kesehatan kulit dan membrane mukus.

“Warna pada tanaman selain mempercantik lingkungan juga penting bagi kesehatan kita. Semoga kita bisa mengkonsumsi lebih banyak jenis tanaman yang berwarna untuk kesehatan kita,” tandasnya.  

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020