trubus.id
Life » Sama Seperti Rokok, Polusi Udara Juga Meningkatkan...
Sama Seperti Rokok, Polusi Udara Juga Meningkatkan Risiko Keguguran

Sama Seperti Rokok, Polusi Udara Juga Meningkatkan Risiko Keguguran

Syahroni - Senin, 25 Mei 2020 13:00 WIB

Trubus.id -- Polusi udara meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan pernapasan dan bertanggung jawab atas jutaan kematian setiap tahun. Anak-anak sangat rentan terhadap dampak polusi udara, dan sekarang sebuah penelitian baru telah menemukan bahwa polusi udara juga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan janin selama kehamilan.

Para peneliti yang dipimpin oleh Huntsman Cancer Institute di Salt Lake City dan Universitas Utah menemukan bahwa polusi udara meningkatkan risiko keguguran seperti halnya merokok.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility, adalah yang pertama dari jenisnya untuk memeriksa bagaimana paparan jangka pendek terhadap polusi udara berdampak pada kehamilan.

"Ini sangat mendalam," Matthew Fuller, salah satu penulis penelitian ini seperti dilansir dari The Guardian. "Jika Anda membandingkan peningkatan risiko itu dengan penelitian lain tentang dampak lingkungan pada janin, itu sama dengan asap tembakau pada kehamilan trimester pertama."

Para peneliti meninjau 1.398 kasus wanita yang mengalami keguguran di dan sekitar Salt Lake City antara 2007 dan 2015 dengan harapan membangun hubungan antara polusi udara dan kehilangan kehamilan spontan.

Setelah menganalisis kasus yang berbeda, para peneliti menemukan bahwa paparan peningkatan kadar nitrogen dioksida (NO2) khususnya selama periode satu minggu berkorelasi dengan peningkatan keguguran 16 persen.

Nitrogen dioksida dikeluarkan dari kendaraan diesel. Tingkat NO2 di Salt Lake City sebanding dengan kota-kota besar lainnya seperti London dan Paris, dan penelitian ini menunjukkan betapa bahaya paparan asap diesel dan polusi udara bagi kehamilan.

"Banyak dari kita berpikir ada efek [polusi udara] pada kesehatan kita, tetapi untuk mengetahui ada efek sebenarnya pada anak-anak yang belum lahir sangat mengecewakan," kata Fuller kepada The Guardian.

Emisi CO2 global dan NO2 perlu dikurangi untuk mengurangi dampak negatif kesehatan dari polusi udara termasuk penyakit dan kematian dini. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020