trubus.id
Kasus Covid-19 di Brasil Kini Tertinggi Kedua setelah Amerika Serikat

Kasus Covid-19 di Brasil Kini Tertinggi Kedua setelah Amerika Serikat

Astri Sofyanti - Sabtu, 23 Mei 2020 12:14 WIB

Trubus.id --  

Brasil kini menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi ke dua di dunia setelah Amerika Serikat (AS). Kementerian Kesehatan Brasil mengonfirmasi 20.803 kasus baru hingga Jumat (22/5) sehingga total akumulatif kini mencapai 330.890.

Berdasarkan data kasus Covid-19 di situs Worldometers hingga Sabtu (23/5/20), kasus Covid-19 di Brasil mencapai 332.382 atau bertambah 1.492 kasus dalam 4 jam terakhir. Sementara kasus kematian sebanyak 21.116 dan 135.430 pasien sembuh.

Sementara itu, Amerika Serikat masih negara paling terdampak corona dengan total kasus 1.645.094 berdasarkan data Worldometers.

Sebelumnya, Gubernur Sao Paulo mengingatkan kondisi dan sistem kesehatan bisa memburuk bahkan kewalahan apabila warga setempat tidak mengikuti aturan jaga jarak. Ia bahkan memberi libur lima hari kepada 12 juta warganya supaya bisa berdiam di rumah.

Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (23/5), Brasil di posisi dua besar terjadi saat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Amerika Selatan sebagai “episentrum baru” Covid-19. Direktur Urusan Darurat WHO, Dr Mike Ryan, mengaku paling khawatir terhadap Brasil.

“Amerika Selatan kini telah menjadi episentrum baru bagi penyakit (covid-19). Ada banyak negara di Amerika Selatan yang jumlah kasusnya terus meningkat,” kata Ryan dalam sebuah konferensi virtual.

Menurut data Kementerian Kesehatan Brasil, angka kematian akibat covid-19 di negara tersebut melonjak dua kali lipat dalam 11 hari terakhir. “Mayoritas kasus berasal dari daerah Sao Paulo,” sebut Ryan.

Kemenkes Brasil telah merekomendasikan penggunaan obat jenis klorokuin dan hidroksiklorokuin untuk mengobati pasien Covid-19. Presiden Brasil Jair Bolsonaro terus mendorong penggunaan obat tersebut, meski belum ada bukti konklusif mengenai tingkat efektivitasnya.
 
Sebuah analisis di jurnal medis The Lancet menemukan fakta bahwa pasien yang diberi kedua obat tersebut memiliki risiko kematian lebih tinggi dibanding mereka yang tidak mendapatkannya.

Sementara itu, Presiden Brasil Jair Bolsonaro terus mengabaikan ancaman virus corona. Dirinya bahkan menyatakan karantina dan lockdown hanya berdampak buruk pada perekonomian Brasil.

Oleh sebab itu, Presiden Bolsonaro meminta pemimpin negara bagian untuk mencabut penguncian wilayah yang dilakukan sejak akhir Maret.

Hal tersebut membuat Gubernur Sao Paulo Joao Doria kerap berselisih pendapat dengan presiden terkait penanganan wabah virus corona. Ia menyatakan saat ini harus memerangi virus corona dan ‘virus Bolsonaro’.

Sao Paulo sendiri menjadi kawasan yang paling terdampak Covid-19. Sekitar seperempat jumlah total kematian dan infeksi di Brasil berada di sana.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

02 Juni 2020
02 Juni 2020
02 Juni 2020