trubus.id
Jelang Idul Fitri, Kementan Catat Harga Ayam Hidup Membaik

Jelang Idul Fitri, Kementan Catat Harga Ayam Hidup Membaik

Astri Sofyanti - Selasa, 19 Mei 2020 16:00 WIB

Trubus.id -- Usai beberapa waktu lalu mengalami tekanan harga, Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat harga ayam hidup (live bird) di tingkat peternak perlahan membaik yang dipicu peningkatan permintaan ayam potong menjelang Idul Fitri.

Di beberapa daerah sudah sesuai harga acuan pemerintah, yaitu di tingkat peternak Rp19.000 hingga Rp21.000.
 
Berdasarkan pantauan, harga tertinggi terjadi di Yogyakarta dengan rataan harga Rp22.222 per kilogram (kg), disusul Jawa Tengah dengan harga Rp20.941 per kg.
 
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), I Ketut Diarmita menyatakan bahwa Kementan terus melakukan langkah intervensi serius sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo, agar tidak terjadi gejolak harga, akibat stok pangan, salah satunya ayam hidup.
 
“Di beberapa sentra produksi, harga ayam hidup sudah membaik dan peternak merespon positif langkah Kementan ini,” ungkapnya di Jakarta (15/5).
 
Ketua Pinsar Indonesia wilayah Jateng (Peternak Solo Raya), Parjuni menilai harga membaik karena supply demand cukup seimbang. Adanya momen malam 21 Ramadan membuat kebutuhan meningkat mendekati Lebaran. Dirinya memperkirakan konsumsi masyarakat meningkat, walau tidak signifikan, karena masih kondisi pandemi Covid-19.
 
"Alhamdulillah kini harga ayam hidup yang sebelumnya dari Rp14.000 sampai 15.000 per kilogram, sekarang meningkat ke harga Rp21.000 per kilogram,” ungkapnya.

Parjuni meminta agar pengendalian suplai dan harga DOC terjaga, agar harga terus membaik.
 
Secara rinci, Kementan memantau 17 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, dengan Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan telah menunjukan harga batas atas tingkat peternak, yakni Rp21.000 - Rp21.500.
 
Sementara Jawa Timur dengan 21 kabupaten/kota, terpantau rerata Rp20.385. Namun 10 kabupaten/kota (Gresik, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Nganjuk, Ponorogo, Sidoarjo, Tuban dan Batu) sudah mencapai harga acuan batas atas, yaitu berkisar Rp21.500 - Rp23.500.
 
Wilayah Banten turut juga membaik, dengan rataan harga mencapai Rp19.583. Hal serupa juga terjadi di Jawa Barat, pada Rp 19.385. Bogor dan Garut juga sudah merangkak naik, dengan kisaran Rp17.500 hingga Rp18.400.
 
Wilayah regional di luar Pulau Jawa, tercatat di provinsi Bengkulu harganya Rp23.500, Sulawesi Utara Rp22.500. Maluku juga sudah mencapai Rp22.000 dan Papua dengan kisaran harga Rp27.135.
 
Ketut juga menjelaskan terobosan penyerapan ayam hidup peternak oleh perusahaan mitra perunggasan, telah mampu menekan kerugian peternak mandiri. Meski serapannya belum maksimal, namun komitmen penyerapan 4.119.000 ekor terus berjalan.
 
“Jumlah ayam yang sudah diserap oleh perusahaan mitra peternakan sudah mencapai 856.484 ekor. Pemerintah berterima kasih pada para mitra yang telah membantu peternak mandiri,” tegasnya.
 
Diakui Ketut, ecara rinci, per 14 Mei lalu, pembelian ayam peternak mandiri di Jawa Barat sebanyak 411.564 ekor, Banten 26.615 ekor, Jawa Tengah 226.104 ekor, DI Yogyakarta 9.919 ekor, Jawa Timur 136.635 ekor, Bali 30.415 ekor dan Sumatera Utara 15.232 ekor.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020