trubus.id
Lockdown Covid-19 di India: Perburuan Liar Badak Bercula Satu Meningkat Tajam

Lockdown Covid-19 di India: Perburuan Liar Badak Bercula Satu Meningkat Tajam

Syahroni - Senin, 11 Mei 2020 19:00 WIB

Trubus.id -- Badak bercula satu yang langka telah terbunuh ketika upaya perburuan meningkat di salah satu taman nasional India yang terkenal, selama pembatasan sosial ketat (lockdown) diberlakukan untuk menekan penyebaran virus corona, kata para pejabat dilansir AFP, Minggu (10/5).

Berkurangnya kendaraan yang melintas di jalan raya dekat Taman Nasional Kaziranga di negara bagian Assam — yang merupakan rumah bagi populasi badak bercula satu terbesar di dunia — di masa pembatasan sosial telah membuat hewan-hewan leluasa bergerak menuju perbatasan. Dampaknya, mereka semakin rentan terlihat oleh pemburu liar.

"Diduga badak itu terbunuh setidaknya dua hingga tiga hari yang lalu," kata direktur Taman Nasional Kazirafa, P. Sivakumar kepada AFP, seraya menambahkan bahwa cula badak itu juga hilang.

Pemburu dapat memperoleh sebanyak $ 150.000 untuk satu cula badak atau sekitar $ 60.000 per kilo di pasar gelap menurut laporan media, melayani permintaan asing untuk penggunaannya dalam pengobatan tradisional Tiongkok.

"Kami juga telah menemukan delapan selongsong peluru senapan kosong jenis AK 47", kata Sivakumar.

Bangkai badak ditemukan di penampungan air di dalam taman, katanya, menambahkan bahwa itu adalah insiden perburuan yang dikonfirmasi. Para pejabat mengatakan itu adalah kasus perburuan pertama di situs warisan yang terdaftar dalam UNESCO dalam setahun. Tahun-tahun sebelumnya mereka juga telah melihat banyak insiden perburuan.

Para pejabat mengatakan upaya perburuan telah meningkat di dalam dan sekitar taman itu sejak dimulainya penutupan secara nasional pada akhir Maret. Pada bulan April, lebih dari lima upaya untuk membantai makhluk langka itu digagalkan oleh penjaga taman dan pasukan perlindungan badak khusus yang dibentuk oleh pemerintah negara bagian.

Badak bercula satu itu dulunya tersebar luas di wilayah itu, tetapi perburuan dan hilangnya habitat telah memangkas jumlahnya menjadi hanya beberapa ribu, hampir semuanya di negara bagian Assam di timur laut. Tempat perlindungan utama mereka sekarang adalah Kaziranga, dengan 2.413 hewan tinggal di sana, menurut perhitungan tahun 2018.

Taman seluas 850 kilometer persegi (330 mil persegi), dibuat pada tahun 1908 setelah istri raja muda Inggris mengunjungi dan mengeluh tidak ada badak. Wilayah itu juga merupakan rumah bagi harimau, gajah, dan macan kumbang. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020