trubus.id
Life » Studi Genetik Baru Tentang Singa Ini dapat Bantu C...
Studi Genetik Baru Tentang Singa Ini dapat Bantu Cegah Kepunahan Mereka

Studi Genetik Baru Tentang Singa Ini dapat Bantu Cegah Kepunahan Mereka

Syahroni - Rabu, 06 Mei 2020 19:00 WIB

Trubus.id -- Sebuah tim besar yang berisi peneliti internasional telah melakukan analisis genetik singa yang luas dan mempelajari sejarah evolusi mereka. Dalam makalah mereka yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences, tim  ini ini menggambarkan bagaimana upaya mereka mengkonfirmasi perpecahan jangka panjang antara populasi singa yang ada dan menunjukkan keragaman genetik di antara sampel modern.

Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya telah menunjukkan bahwa secara historis, singa telah hidup di banyak bagian wilayah, bahkan di Amerika. Sebagian besar spesies itu kemudian punah, termasuk singa gua yang pernah berkeliaran di tempat yang sekarang disebut Eurasia sekitar 15.000 tahun yang lalu. 

Saat ini, singa hidup di beberapa bagian Afrika dan India dan terancam kepunahan. Populasi singa Afrika sendii kini hanya berjumlah 20.000 ekor yang masih hidup di alam liar hari ini, dan jumlahnya terus berkurang. Dalam upaya baru ini, para peneliti melakukan pemeriksaan ekstensif terhadap genom singa sebagai bagian dari upaya untuk menyelamatkan mereka dari kepunahan.

Pekerjaan tersebut melibatkan menganalisis genom dari 20 spesimen, termasuk singa gua dan 12 garis bersejarah yang diketahui hidup antara abad ke-15 dan ke-20 dan enam spesimen dari singa Afrika dan Asia modern.

Salah satu temuan utama adalah bahwa singa modern dan beberapa singa yang punah memiliki nenek moyang yang sama. Mereka juga menemukan bahwa sekitar 70.000 tahun yang lalu, dua garis keturunan unik dari garis keturunan singa modern muncul. Diketahui juga bahwa singa gua hidup di daerah beriklim dingin.

Para peneliti mencatat bahwa studi sebelumnya tentang genom singa melibatkan analisis DNA mitokondria — dalam studi ini, mereka melangkah lebih jauh dengan melihat keseluruhan genom — beberapa di antaranya berasal dari fosil singa berusia 30.000 tahun. Mereka belajar bahwa garis-garis modern terpisah dari dua garis keturunan yang berbeda di Afrika — satu di bagian utara Afrika, yang lain di selatan.

Para peneliti juga menemukan bahwa singa Asia yang tinggal di hutan Gir di India memiliki keragaman genetik yang rendah karena populasinya yang kecil. Dan mereka menemukan bahwa singa Asia berevolusi dari singa utara rentang di Afrika, meskipun mereka masih memiliki sisa-sisa singa selatan dalam genom mereka. Mereka tidak menemukan bukti adanya singa Afrika yang diperkenalkan ke India di zaman modern. Para peneliti menyarankan temuan mereka akan membantu upaya konservasi singa di India dan Afrika. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020