trubus.id
April 2020, Bawang Merah dan Gula Pasir Sumbang Inflasi 0,08 Persen

April 2020, Bawang Merah dan Gula Pasir Sumbang Inflasi 0,08 Persen

Binsar Marulitua - Senin, 04 Mei 2020 16:00 WIB

Trubus.id -- Kepala Badan Pusat Statistik Nasional, Suhariyanto mengungkapkan tiga komoditas yakni bawang merah, perhiasan emas dan gula pasir menjadi penyumbang inflasi selama April 2018. BPS mencatat tingkat inflasi pada April 2020 sebesar 0,08 persen. 

"Inflasi April, penyebabnya kenaikan harga bawang merah, emas perhiasan dan gula pasir," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Senin (4/5/2020).

Suhariyanto mengatakan, bawang merah menyumbang andil inflasi dalam periode ini sebesar 0,08 persen, diikuti emas perhiasan 0,06 persen dan gula pasir 0,02 persen.

Kenaikan harga emas perhiasan menyumbang andil 0,06 persen. Harga emas mengalami kenaikan di 87 kota IHK.

"seperti di Semarang naik 16 persen," jelasnya.

Baca Lainnya : Jokowi Minta PSBB Dievaluasi Antisipasi Gelombang Kedua Pendemi Corona

Suhariyanto juga mengungkapkan, komoditas lainnya yang masih mengalami kenaikan harga dan menyumbang andil inflasi adalah minyak goreng, rokok kretek, rokok kretek filter, beras dan bahan bakar rumah tangga masing-masing 0,01 persen.

Namun, ada komoditas yang menyumbang andil deflasi yaitu cabai merah 0,08 persen, daging ayam ras dan tarif angkutan udara masing-masing 0,05 persen serta bawang putih dan tarif pulsa masing-masing 0,02 persen.

"Tarif angkutan udara memberikan andil deflasi 0,05 persen, karena permintaan jasa angkutan udara mengalami penurunan akibat adanya PSBB," ujar Suhariyanto.

Baca Lainnya : Ini Syarat Dapatkan BLT Desa Rp600 Ribu per Bulan

Dari 11 kelompok pengeluaran, sebanyak delapan kelompok menyumbang inflasi pada periode ini, dengan inflasi tinggi berasal dari tiga kelompok besar yang masing-masing mengalami inflasi 0,09 persen.

Kelompok itu adalah makanan, minuman dan tembakau, kemudian, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga, serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga.

"Meski mengalami inflasi, dua kelompok tidak menyumbang andil terhadap inflasi, karena tidak ada yang belanja, yaitu pakaian dan alas kaki, serta rekreasi, olahraga dan budaya," katanya.

Baca Lainnya : Hanya Ada 2,7 Juta Petani Milenal dari Total 33,4 Juta Petani Indonesia

Dengan inflasi April tercatat 0,08 persen, maka inflasi tahun kalender Januari-April 2020 tercatat sebesar 0,84 persen, dan inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 2,67 persen. Sementara itu, dari 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), sebanyak 39 kota menyumbang inflasi dan 51 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi tercatat di Baubau 0,08 persen, dan terendah berada di tiga kota yaitu Cirebon, Depok serta Balikpapan masing-masing 0,02 persen. Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang 0,92 persen, dan terendah berada di Bogor dan Semarang masing-masing 0,02 persen.
 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020