trubus.id
Makanan Pedas untuk Sahur dan Buka Puasa Sebaiknya Dihindari, Ini 5 Bahayanya!

Makanan Pedas untuk Sahur dan Buka Puasa Sebaiknya Dihindari, Ini 5 Bahayanya!

Hernawan Nugroho - Minggu, 03 Mei 2020 12:00 WIB

Trubus.id -- Saat puasa kita membutuhkan kinerja organ tubuh yang stabil. Karena itu asupan makanan saat sahur dan buka puasa sangatlah penting. Makanan pedas dapat mengganggu kerja organ tubuh kita, terutama pada sistem pencernaan.

Jika kinerja organ tubuh kita ada yang terganggu, tentunya juga akan memengaruhi kondisi kita saat berpuasa. Lalu apa saja bahaya yang bisa muncul dari mengonsumsi makanan pedas untuk sahur dan buka puasa?

1. Memperparah Gejala Tukak Lambung

Tukak lambung adalah luka yang terbentuk pada bagian dalam dinding perut dan bagian atas usus halus. Penyakit ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Heliobacter pylori atau konsumsi aspirin dan obat-obatan antiperadangan dalam jangka waktu panjang.

Baca Lainnya : Hati-hati, Para Penyuka Pedas! Seorang Pria Harus Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Makan Cabai Terpedas di Dunia

Makanan pedas bukanlah penyebab timbulnya tukak lambung. Namun, gejalanya akan bertambah parah jika kita sering makan pedas saat sahur dan berbuka puasa.

2. Menimbulkan Nyeri dan Rasa Terbakar pada Perut

Salah satu akibat yang kita rasakan jika sering makan makanan pedas adalah nyeri pada perut.

Beberapa orang bahkan merasakan sensasi terbakar pada perut bagian atas dan dada. Kondisi ini biasanya terjadi akibat refluks asam lambung, yaitu naiknya asam lambung menuju kerongkongan.

Pemicu utama refluks asam lambung berasal dari apa yang kita makan dan minum, terutama saat perut dalam keadaan kosong setelah seharian berpuasa. Selain makanan pedas, naiknya asam lambung juga dipicu oleh makanan asam, makanan berminyak, cokelat, kafein, bawang, dan saus tomat.

3. Memicu Iritasi Kerongkongan

Saat mengonsumsi makanan yang sangat pedas, lidah mengirimkan sinyal nyeri kepada otak. Otak kemudian menanggapinya dengan rasa mual, sakit perut, hingga muntah.

Ini merupakan respons normal perut untuk mengeluarkan apa pun yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Ketika muntah, perut mengeluarkan makanan yang dicerna beserta asam lambung. Asam lambung adalah jenis asam yang cukup kuat.

Paparan berkali-kali terhadap kerongkongan dapat memicu iritasi, bahkan luka pada kerongkongan. Akibatnya, kerongkongan terasa nyeri dan tidak nyaman selama berpuasa.

4. Meningkatkan Risiko Gastritis

Gastritis merupakan peradangan pada bagian dalam dinding lambung. Radang lambung biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, tapi gejala penyakit ini dapat dipicu oleh beragam faktor.

Salah satu pemicu gastritis adalah sering makan pedas, terutama ketika berbuka puasa. Hal ini karena perut berada dalam keadaan kosong setelah seharian berpuasa.

Baca Lainnya : Benarkah Makan Makanan Pedas Bisa Meningkatkan Resiko Terkena Demensia?

Capsaicin yang merupakan bahan aktif pada cabai dapat mengiritasi dinding lambung jika dikonsumsi secara berlebihan. Dinding lambung akhirnya menipis akibat asam lambung dan mengalami peradangan. Lama-kelamaan, luka dapat terbentuk pada dinding lambung dan menyebabkan tukak lambung.

5. Menyebabkan Diare

Setelah melewati proses pencernaan dan penyerapan nutrisi, makanan yang hampir menjadi ampas perlu melewati proses terakhir di usus besar. Di sini, gerak ampas makanan melambat karena usus besar perlu menyerap air untuk membentuk feses yang padat.

Namun, capsaicin pada makanan pedas membuat gerak pencernaan menjadi lebih cepat. Akibatnya, usus besar tidak memiliki waktu untuk menyerap air sehingga tekstur feses menjadi cair. Diare membuat tubuh kehilangan cairan. Padahal, selama puasa asupan cairan juga sudah berkurang. Jika diteruskan, hal ini dapat mengakibatkan dehidrasi.

 

Editor : System

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020