trubus.id
Tips Agar Tubuh Tak Lemas Menjalankan Puasa Selama Pandemi Covid-19

Tips Agar Tubuh Tak Lemas Menjalankan Puasa Selama Pandemi Covid-19

Astri Sofyanti - Sabtu, 02 Mei 2020 08:00 WIB

Trubus.id -- Menjalankan puasa Ramadan di tengah pandemi Covid-19 dan harus lebih banyak menghabiskan waktu di rumah memang tidak mudah. Kondisi ini memaksa masyarakat menjalankan segala aktivitas, mulai dari bekerja, sekolah, beribadah dan olahraga, harus dilakukan di rumah.

Tapi karena lebih banyak menghabiskan waktu di rumah selama pandemi Covid-19 bukan berarti kamu menjadi malas untuk bergerak. Kamu harus melakukan olahraga di sela-sela kegiatan kamu di rumah saja.

Olahraga di bulan Ramadan dapat membantu tubuhmu melakukan detoks, mempertahankan otot, menjaga kebugaran tubuh, dan lainnya.

Selain itu, agar tubuh tak lemas ketika menjalani ibadah puasa Ramadan sebaiknya memastikan asupan gizi makanan cukup hingga berbuka puasa dan kembali berpuasa keesokan harinya.

Berikut sejumlah tips agar tubuhmu tak lemas selama menjalankan ibadah puasa menurut dokter Dion Haryadi mengutip dari Antaranews:

Perhaikan asupan makan dan minum

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta masyarakat untuk menjaga pola makan saat menjalankan puasa terutama di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Hal ini dapat menjaga berat badanmu, bahkan hingga menurunkan tekanan darah dan nilai kolesterol tubuh, lho.

Meski frekuensi makanmu menurun, kamu sebaiknya tetap menjaga porsi dan kualitas makanan yang kamu konsumsi, terutama apabila kamu rutin berolahraga.

Konsumsi makanan lengkap yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral agar tubuhmu tetap sehat dan produktif. Jangan lupakan kebutuhan minum saat puasa, agar kamu tidak dehidrasi saat puasa yang dapat menurunkan fokusmu selama beraktivitas.

Selain itu, minum cukup dapat membantu performamu dalam olahraga di rumah saat puasa

Jangan langsung makan berat saat berbuka puasa

Saat menjalankan puasa, frekuensi makan pasti akan otomatis berkurang, begitu pun kalori yang masuk ke tubuh akan berkurang dan berat badan pun bisa turun. Tapi yang sering terjadi, saat berbuka, kita langsung makan berat dan banyak.

Dion menyarankan untuk cukup minum air putih dan buah yang tinggi serat dan gula seperti kurma untuk mengembalikan kadar gula darah.

Mengatur porsi makanan

Untuk mendapatkan gizi seimbang yang juga mengenyangkan, bagi piring jadi enam bagian, dua bagian untuk karbohidrat, satu bagian untuk sumber protein seperti daging, ikan, ayam, dan lainnya; dua bagian untuk sayur-sayuran; dan satu bagian untuk buah-buahan.

Pilih menu sahur dengan indeks glikemik tidak terlalu tinggi

Saat sahur sebaiknya tidak makan menu dengan indeks glikemik atau kadar gula yang terlalu tinggi, sehingga saat berpuasa nanti penurunan kadar gulanya tidak menurun terlalu drastis. Tipsnya, gabungkan makanan indeks glikemik tinggi seperti nasi putih, dengan makanan yang memiliki indeks glikemik rendah seperti daging dan sayuran.

Ciptakan kebiasaan baik

Puasa menjadi waktu yang tepat membangun kebiasaan baik, dengan target yang jelas dan perencanaan yang matang. Misalnya dengan mengurangi minum minuman manis.

Jangan malas bergerak

Di tengah pandemi Covid-19 ini, seseorang justri dituntut untuk memperhatikan aktivitas fisik, meski kamu hanya berjalan-jalan di dalam rumah ataupun membersihkan rumah.

Dion menyarankan berolahraga atau melakukan aktivitas fisik selama 30 menit sebelum buka puasa atau 2-3 jam setelah berbuka dengan makanan berat. kamu tidak perlu berolahraga yang berat, cukup yang berintensitas rendah dan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020