trubus.id
Update Corona: Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah 137, Kini Jadi 1.391

Update Corona: Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah 137, Kini Jadi 1.391

Astri Sofyanti - Rabu, 29 Apr 2020 16:23 WIB

Trubus.id -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengungkapkan jumlah pasien sembuh dari Covid-19 terus tumbuh. Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga pukul 12.00 WIB mencatat ada penambahan pasien sembuh sebanyak 137 dalam 24 jam terakhir. Sehingga secara akumulatif totalnya mencapai 1.391 orang yang dinyatakan sembuh Covid-19.

Mereka dinilai telah sembuh setelah dua kali menjalani pemeriksaan menggunakan metode polymerase chain reaction memperlihatkan hasil negatif virus corona.

Sementara itu, untuk pasien positif Covid-19 ada penambahan sebanyak 260 kasus baru. Penambahan tersebut menyebabkan sampai hari ini ada 9.771 kasus Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah menyatakan bahwa masih ada penambahan pasien positif virus corona yang menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia bertambah.

“Kasus konfirmasi positif akumulasi sampai dengan saat ini adalah 9.771 orang,” kata Yuri dalam koferensi persnya di Media Center Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (29/4/20).

Data yang sama juga memperlihatkan bahwa ada penambahan 11 pasien yang meninggal dunia. sehingga total ada 784 angka kematian.

Adapun kasus meninggal tersebut paling banyak ada pada kelompok usia sekitar 30-59 tahun, yakni sebanyak 364 orang, selanjutnya kedua terbanyak adalah pada rentang usia 60-79 tahun sebanyak 311 orang dan diatas 80 tahun sebanyak 28 orang.

Selain itu ada faktor penyakit penyerta atau komorbiditas hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru, yang memperburuk kondisi pasien hingga meninggal dunia.

Dari 34 Provinsi, DKI Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 440, disusul Jawa Timur sebanyak 152, Sulawesi Selatan 118, Jawa Barat 107, Jawa Tengah 101 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 1.391 orang.

“Kalau kita lihat distribusi tertingginya ada 440 orang di DKI Jakarta, di Jawa Timur ada 152, Sulawesi Selatan 118, Jawa Barat 107, Jawa Tengah 101 sehingga total keseluruhan bersama 29 provinsi yang lainnya ada 1.391 pasien,” tambahnya.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan data positif Covid-19 di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh sembilan kasus, Bali 215 kasus, Banten 388 kasus, Bangka Belitung 10 kasus, Bengkulu 12 kasus, Yogyakarta 94 kasus, DKI Jakarta 4.092 kasus.

Selanjutnya di Jambi 32 kasus, Jawa Barat 1.009 kasus, Jawa Tengah 711 kasus, Jawa Timur 872 kasus, Kalimantan Barat 58 kasus, Kalimantan Timur 119 kasus, Kalimantan Tengah 127 kasus, Kalimantan Selatan 157 kasus, dan Kalimantan Utara 92 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 89 kasus, Nusa Tenggara Barat 230 kasus, Sumatera Selatan 144 kasus, Sumatera Barat 145 kasus, Sulawesi Utara 44 kasus, Sumatera Utara 114 kasus, dan Sulawesi Tenggara 53 kasus.

Adapun di Sulawesi Selatan 465 kasus, Sulawesi Tengah 47 kasus, Lampung 46 kasus, Riau 41 kasus, Maluku Utara 26 kasus, Maluku 23 kasus, Papua Barat 37 kasus, Papua 189 kasus, Sulawesi Barat 38 kasus, Nusa Tenggara Timur satu kasus, Gorontalo 15 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 27 kasus.

Akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 86.985 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 46 laboratorium. Sebanyak 67.784 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 9.771 positif dan 58.013 negatif.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 221.750 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 21.653 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 297 kabupaten/kota di Indonesia.

Pihaknya juga selalu mengingatkan masyarakat untuk melakukan sejumlah upaya agar terhindar dari paparan virus corona dengan cara menerapkan anjuran pemerintah untuk melakukan physical distancing dan tetap di rumah.

“Jika tidak ada kegiatan yang memaksa keluar. Jika terpaksa keluar rumah pastikan kita selalu memakai masker dan menjaga jarak aman. Masyarakat juga dianjurkan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir,” tutupnya.

Yuri juga terus mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan mudik ke kampung halaman pada Idul Fitri mendatang.

“Kita tidak pernah tahu bahwa perjalanan kita akan aman dari penularan Covid-19. Mari kita lindungi saudara-saudara kita di kampung. Jangan sampai kemudian kita malah membawa penyakit,” tutupnya.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020