trubus.id
Stok Beras Capai 3,3 Juta Ton, Kemendag: Cukup Penuhi Kebutuhan Hingga Idul Fitri

Stok Beras Capai 3,3 Juta Ton, Kemendag: Cukup Penuhi Kebutuhan Hingga Idul Fitri

Astri Sofyanti - Selasa, 28 Apr 2020 06:00 WIB

Trubus.id -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin stok beras dan barang kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat cukup selama Ramadan dan Lebaran tahun ini. Berdasarkan laporan Perum Bulog dan Kementerian Pertanian (Kementan), saat ini stok beras nasional tercatat sebanyak 3,3 juta ton.

“Kementerian Perdagangan menjamin stok beras aman selama bulan puasa Ramadan dan menjelang Lebaran 2020. Pemerintah akan bekerja keras menjaga stok beras dapat tercukupi dengan harga stabil agar masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto dalam keterangan tertulisnya.

Dirinya mengatakan, 3,3 juta ton stok nasional beras terdiri atas stok di Perum Bulog sebesar 1,39 juta ton, di penggilingan sebesar 1,2 juta ton, di pedagang sebesar 728 ribu ton, di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebesar 30.620 ton, dan di Lumbung Pangan Masyarakat binaan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan sebesar 2.939 ton. Sedangkan berdasarkan data BKP Kementan pada Maret-Agustus 2020, potensi produksi beras dalam kondisi normal sekitar 19,8 juta ton.

Diakui Suhanto, saat ini terdapat potensi penurunan produksi sekitar 10 persen. Sehingga produksi Maret-Agustus 2020 diasumsikan menjadi sekitar 17,85 jtua ton dan ketersediaan beras menjadi 21,37 juta ton. Sementara kebutuhan beras diprediksi hanya sebesar 15,1 juta ton sehingga terdapat surplus 6,3 juta ton yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga November 2020.

Selain itu, sebagian besar sentra produksi telah memasuki panen raya dan diperkirakan akan selesai pada Mei 2010. Harga gabah kering panen di petani juga cenderung naik dengan rata-rata saat ini berkisar Rp4.800 hingga Rp4.900 per kilogram (kg).
 
Saat ini, stok beras di gudang penggilingan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) juga menurun signifikan dibanding tahun sebelumnya. Hal ini karena sudah dipasok ke pasar yang permintaannya mencapai tiga kali lipat dari kondisi normal masa sulit covid-19 dan Ramadan.

“Peningkatan permintaan tersebut dipengaruhi oleh pembelian masyarakat yang lebih banyak dari biasanya karena sebagian besar masyarakat berdiam atau tinggal di rumah untuk menjalankan kerja dari rumah (work from home) sehingga stok di rumah tangga meningkat. Selain itu, hal ini juga karena adanya paket bantuan bahan pokok oleh pemerintah pusat dan daerah di masa sulit ini yang juga cenderung naik,” tuturnya.
 
Untuk itu, lanjut Suhanto, Kemendag perlu mengambil langkah antisipasi apabila pandemi Covid-19 berangsur lebih lama dari perkiraan, yaitu dengan menerbitkan Permendag 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah atau Beras.
 
Berdasarkan Permendag tersebut, ditetapkan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp4.200 per kg dan di tingkat penggilingan sebesar Rp4.250 per kg. Sedangkan harga gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan sebesar Rp5.250 per kg dan di gudang Bulog sebesar Rp5.300 per kg. Sementara itu, harga beras di gudang Bulog sebesar Rp8.300 per kg.
 
“Penerbitan Permendag ini dilakukan untuk mengoptimalkan penyerapan gabah atau beras oleh Perum Bulog guna memperkuat stok pemerintah,” pungkas Suhanto.

Editor : System

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020