trubus.id
Terapkan Prinsip Pencegahan Covid-19, Petani Milenial di Majalengka Tetap Produktif

Terapkan Prinsip Pencegahan Covid-19, Petani Milenial di Majalengka Tetap Produktif

Thomas Aquinus - Minggu, 26 Apr 2020 16:00 WIB

Trubus.id -- Terjadinya pandemik COVID-19 telah berdampak kepada menurunnya aktivitas produksi dan produktivitas masyarakat di hampir semua sektor produksi. Namun hal ini tidak berlaku bagi anggota kelompok tani milenial binaan Pusat Kajian Resolusi Konflik (CARE), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), IPB University dan PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field di Desa Bongas Wetan, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.

Para petani milenial yang terhimpun dalam kelompok yang bernama Pemuda Peduli Pertanian dan Lingkungan untuk Generasi Muda Bongas Wetan (Pepeling Gembos) tetap melakukan aktivitas bertani, walaupun di masa pandemik seperti sekarang ini. Perbedaannya adalah saat ini mereka bertani dengan menerapkan prinsip-prinsip pencegahan COVID-19, misalnya lebih rajin cuci tangan, menjaga jarak di antara sesama anggota kelompok serta penggunaan masker.  

Mengetahui kondisi ini, CARE memberikan pendampingan intensif kepada kelompok ini dalam hal teknis produksi serta pasca panen. Kelompok ini mengusahakan sayuran secara hidroponik, tanaman buah, dan tanaman obat.

Baca Lainnya : Pemerintah Siapkan Stimulus bagi Petani Pascapanen Raya

“CARE membantu pendampingan teknis, mengembangkan jejaring pengembangan kelompok, baik dalam hal pemasaran maupun inovasi teknologi tepat guna. Untuk itu, secara khusus CARE menugaskan sarjana alumni IPB University untuk mendampingi kelompok ini. Kegiatan pendampingan ini telah berjalan lebih dari dua tahun dan alhamdulillah telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan,” ujar Adi Firmansyah, SP, MSi, Kepala Divisi Pemberdayaan Masyarakat CARE dalam siaran pers yang diterima Trubus.id.

Menurutnya, salah satu inovasi yang dikenalkan CARE yang saat ini diterapkan kelompok ini adalah penerapan prinsip-prinsip organik melalui biocyclo farming. Misalnya, kelompok membuat sendiri pupuk organik cair (POC),  pupuk organik padat (POD) dan mikroorganisme lokal (MOL). Semua produk-produk tersebut dibuat dengan memanfaatkan limbah rumah tangga di desa tersebut.

Baca Lainnya : Padat Karya, KLHK Libatkan Petani Hutan Rehabilitasi 25 Hektare Mangrove Way Kambas

Di masa pandemik ini kelompok Pepeling Gembos berhasil panen sayuran hidroponik. Panen ini merupakan panen keempat kalinya selama mereka mengelola usaha ini. Beberapa jenis sayuran yang telah dipanen adalah kangkung, bayam, selada, pakcoy dan caisim. Pemasaran produk dilakukan secara online ke konsumen yang dekat dengan lokasi kelompok.

“Alhamdulillah, kami sudah merasakan beberapa kali hasil panen usaha sayuran hidroponik kami. Walaupun hasil panen belum banyak, namun ini menjadi penyemangat kami untuk terus berkarya bersama teman-teman pemuda di desa ini. Terima kasih kepada CARE LPPM IPB University dan PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field yang telah mendampingi dan men-support kegiatan kami,” demikian ujar Sujono Tri Pamungkas, Ketua Kelompok Pepeling Gembos. 

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020