trubus.id
Ini Dia Tips Merawat Hewan Kesayangan di Tengah Pandemi Covid-19

Ini Dia Tips Merawat Hewan Kesayangan di Tengah Pandemi Covid-19

Thomas Aquinus - Minggu, 26 Apr 2020 12:00 WIB

Trubus.id -- Sempat viral beberapa waktu lalu, Nadia, seekor harimau di kebun binatang Bronx, New York, Amerika Serikat dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Berita itu juga menjadi perhatian publik tanah air. Tak hanya harimau, ternyata COVID-19 juga hinggap di hewan peliharaan. Yaitu pada kasus anjing di Hongkong dan kucing di Belgia, yang keduanya dinyatakan positif COVID-19 setelah dilakukan tes.

Ketiga hewan tersebut diduga positif COVID-19 setelah sebelumnya melakukan interaksi yang cukup intens terhadap manusia. Hal ini lantas menimbulkan keresahan, hingga mengakibatkan banyak pemilik hewan peliharaan melepasliarkan hewan kesayangannya itu.

Prof Dr drh Deni Noviana, dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB University yang juga Kepala Rumah Sakit Hewan Pendidikan IPB University menyampaikan kepada pemilik hewan agar tidak panik karena kasus tersebut hanya sedikit sekali terjadi.

“Saat ini penularan COVID-19 antara hewan ke hewan lain belum ada bukti. Belum ada juga bukti secara ilmiah yang menjelaskan penularan itu dari hewan ke manusia,” kata Prof Deni dalam siaran pers yang diterima Trubus.id.

Baca Lainnya : Kebijakan PSBB Seperti Apa yang Benar-benar Efektif Cegah Penyebaran Covid-19?

Untuk mengurangi kepanikan, Prof Deni berbagi tips agar para pemilik hewan kesayangan tetap aman saat memelihara hewannya. Pertama, jaga interaksi dengan hewan. Kasus COVID-19 yang terjadi pada hewan peliharaan, diduga karena intensnya interaksi pemilik yang sebelumnya didiagnosis terkena COVID-19. Sehingga apabila ada dugaan bahwa pemilik hewan menderita atau terpapar COVID-19, maka sebaiknya pemilik hewan tersebut tidak berinteraksi dulu dengan hewan peliharaannya. Hewan bisa dititipkan atau meminta bantuan orang lain untuk memelihara sementara waktu.

“Meski kita sehat, tetap batasi interaksi yang terlalu intens. Sebisa mungkin kurangi interaksi dengan hewan. Karena kita sendiri belum mengetahui secara pasti bagaimana mekanisme transisi antara manusia dengan hewan. Namun, hewan tetap diberi makan-minum yang cukup. Sementara itu, pada beberapa hewan yang menjilat, seperti anjing, maka untuk daerah sekitar mulut, hidung serta daerah tempat kotoran hewan, sebaiknya tidak tersentuh oleh tangan,” ujarnya.

Selain itu, sebelum dan sesudah memelihara hewan, seperti memberi makan, maka kita tetap harus mencuci tangan baik sebelum maupun setelah dengan menggunakan sabun. Bahkan kalau ada dugaan pemilik hewan sedang batuk atau flu, sebisa mungkin menggunakan masker.

Konsultasikan ke dokter hewan atau klinik juga diperlukan apabila hewan menunjukkan gejala sakit. Saat hewan tidak nafsu makan, minumnya berkurang, terlihat lemah, maka Prof Deni menyarankan agar cepat mengkonsultasikannya ke dokter.

Baca Lainnya : Studi: Cuaca yang Lebih Hangat Tidak Akan Memperlambat Laju Infeksi COVID-19

“Saat ini beberapa dokter hewan maupun klinik melakukan pelayanan secara online, yang bisa membantu pemilik hewan menjaga kesehatan hewan dengan baik,” ujar Prof Deni.

Jika ada dugaan kemungkinan pemilik hewan atau anggota keluarga terpapar COVID-19, sebaiknya hewannya tetap dikandangkan dan tidak dilepasliarkan untuk mencegah hewan berkeliaran di luar.

“Intinya jangan sampai kita melakukan tindakan berlebihan. Karena paranoid, jadi hewan peliharan dilepasliarkan sebagaimana yang terjadi di China dan wilayah lain. Jadi sebisa mungkin kita tetap harus wajib memelihara hewan-hewan tersebut,” ujarnya.  


 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020