trubus.id
Tinjau Ketersediaan Beras ke PIBC, Mendag Agus: Stok Beras Nasional Capai 3,38 Juta Ton

Tinjau Ketersediaan Beras ke PIBC, Mendag Agus: Stok Beras Nasional Capai 3,38 Juta Ton

Astri Sofyanti - Jumat, 17 Apr 2020 08:00 WIB

Trubus.id -- Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memastikan stok beras aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah. Hal ini dipastikan Mendag setelah melakukan sidak pemantauan ketersediaan stok bahan pokok ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dan PT Food Station Tjipinang Jaya di Jakarta.

Menurut Mendag, stok beras nasional untuk menghadapi bulan suci Ramadan dan Lebaran tersedia sebanyak 3,38 juta ton.

Jumlah itu terdiri dari beras di Perum Bulog tersedia stoknya sebesar 1,42 juta ton, stok di penggilingan 1,2 juta ton, stok di pedagang 728 ribu ton, stok di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebesar 28.431 ton, dan stok di Lumbung Pangan Masyarakat binaan BKP sebesar 2.939 ton.

Ditambah lagi dengan memasuki musim panen secara berkesinambungan hingga Agustus 2020, stok beras nasional akan mendapat tambahan sebesar 19,8 juta ton.

“Secara nasional, stok beras saya pastikan cukup untuk kebutuhan masyarakat menjelang puasa dan Idul Fitri 1441 H bahkan sampai panen mendatang. Aman dan Mantul. Harga beras secara nasional sangat stabil bahkan selama bulan Maret 2020 tidak menimbulkan inflasi,” tegas Mendag Agus.

Terlebih saat ini Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya melawan Covid-19 di DKI Jakarta dan beberapa wilayah lainnya. dengan begitu, lanjut Agus masyarakat dapat lebih mudah membeli bahan pokok dan menyambut datangnya bulan Ramadan dengan perasaan tenang sehingga bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lebih khusyuk.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Kementan dan pelaku usaha perbesaran. Saat ini di seluruh sentra produksi beras memasuki masa panen raya sehingga diperkirakan ada tambahan produksi pada mulai bulan Maret hingga Agustus 2020, sebesar 19,8 juta ton. Dengan demikian, kebutuhan beras diperkirakan sebesar kurang lebih 2,5 juta ton per bulan dan sebagai antisipasi panjangnya masa penanganan COVID-19, saya optimis stok dan produksi beras mencukupi kebutuhan nasional hingga akhir Desember 2020,” tuturnya.

Sementara itu, secara nasional, harga beras medium rata-rata sebesar Rp10.800 per kilogram (kg), stabil dibandingkan minggu lalu, dan naik 1,89 persen dibandingkan bulan lalu. Harga tertinggi terjadi di Bulungan (Tj. Selor) sebesar Rp13.429 per kg, dan terendah di Jambi Rp9.000 per kg. Rata-rata harga beras premium tercatat Rp12.400 per kg, relatif stabil dibandingkan minggu lalu, dan bulan lalu. Harga tertinggi terjadi di Pekanbaru Rp14.656 per kg dan terendah di Banda Aceh Rp10.667 per kg.

Mendag Agus Suparmanto membuat terobosan dengan memotong mata rantai distribusi beras yang dilakukan agar cepat tersalurkan. Harga beras juga dibuat agar terjangkau masyarakat sehingga tidak terjadi inflasi pada komoditas beras, yaitu dengan tidak menaikkan harga eceran tertinggi (HET) bagi konsumen akhir tetapi dengan menaikkan harga pembelian pemerintah di tingkat petani.

Menurutnya, di hulu terjadi peningkatan kesejahteraan sedangkan di hilir harga tetap stabil. Terobosan tersebut tertuang dalam Permendag No 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian untuk Gabah atau Beras. Dalam beleid tersebut, Kemendag menetapkan Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Rp4.200 per kg dan di tingkat penggilingan Rp4.250 per kg sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat Penggilingan Rp5.250 per kg dan di Gudang Bulog Rp5.300 per kg. Untuk beras harga pembelian pemerintah di gudang BULOG Rp8.300 per kg.

“Harga rata-rata nasional barang kebutuhan pokok per 15 April 2020 dibanding sebulan lalu (16 Maret 2020) umumnya relatif stabil (turun/naik 0-5 persen). Stabil (turun/naik 0-5 persen) seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, daging sapi, telur ayam ras, dan bawang putih. Harga bahan pokok yang turun (di atas 5 persen), seperti daging ayam ras, cabe merah keriting dan cabe merah besar. Sementara bahan komoditi yang sempat naik (di atas 5 persen) seperti gula pasir, bawang merah, dan cabe rawit merah,” ucapnya menambahkan.

Mendag mengungkapkan, pasokan beras per hari selama sepekan terakhir di PIBC sebesar 3.096 ton, berada di atas pasokan normal PIBC 2.500- 3.000 ton per hari. Stok beras di PIBC saat ini sebesar 28.431 ton hanya sedikit di bawah stok normal 30.000 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan DKI Jakarta selama kurang lebih 9 hari ke depan.

Sedangkan harga beras per 16 April 2020 di PIBC dibanding minggu lalu cenderung turun, khususnya untuk beras Muncul I, beras Muncul II, IR 64 I, dan beras IR 64 II.

Rata-rata penyaluran beras dari PIBC selama bulan April 2020 (hingga 16 April 2020) sebesar 2.935 ton, naik 1,84 persen dibanding bulan lalu. Penyaluran dilakukan ke wilayah Pulau Jawa dan antarpulau, terbesar ke DKI Jakarta sebesar 65,72 persen. Realisasi perdagangan antarpulau beras di PIBC pada bulan April 2020 (sampai dengan tanggal 14 April 2020) sebesar 4.685 ton. Perdagangan antarpulau terbesar ke Pontianak sebesar 39,68 persen dan Medan sebesar 14,83 persen.

Sementara itu persediaan barang kebutuhan pokok di PT Food Station Tjipinang Jaya yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah Pemprov DKI, stok kebutuhan bahan pokok masih relatif banyak. Beras tersedia 40.000 ton, beras PIBC 200.000 ton, telur 1.500 ton, dan susu 5,7 juta liter. Barang kebutuhan pokok lainnya seperti tepung terigu memiliki stok sebesar 1.000 ton, gula pasir 6.000 ton dan minyak goreng 1,5 juta liter serta bawang putih sebanyak 2.000 ton.

“Dengan banyaknya stok yang tersedia di PT Food Station, kebutuhan masyarakat DKI Jakarta masih cukup aman sehingga tidak perlu panik dan memborong barang kebutuhan pokok secara berlebihan. Setiap hari,” tandasnya.

Editor : System

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020