trubus.id
Cegah Disparitas Produksi, Menteri Edhy Minta Pemda Hitung  Panen dan Serapan Ikan

Cegah Disparitas Produksi, Menteri Edhy Minta Pemda Hitung Panen dan Serapan Ikan

Binsar Marulitua - Kamis, 16 Apr 2020 18:02 WIB

Trubus.id -- Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengintruksikan agar para kepala dinas melakukan pendataan di daerahnya masing-masing dalam menghadapi pendemi Covid-19. Pendataan tersebut meliputi potensi panen perikanan, baik tangkap maupun budidaya dan kesiapan infrastruktur.

“Mohon didata, mana budidaya yang akan panen dan ada kecenderungan turun. Di (perikanan) tangkap juga datanya, termasuk datanya infrastruktur cold storage,” jelas Menteri Edhy  saat memimpin rapat virtual bersama kepala dinas dari 34 provinsi se-Indonesia, Rabu (15/4/2020) kemarin.

Berdasarkan data itu pula, Menteri Edhy meminta kepala dinas di masing-masing daerah memiliki angka estimasi produksi dan potensi serapan di lapangan. Tujuannya, agar pemerintah pusat bisa mengantisipasi jika terjadi disparitas produksi serta kesiapan infrastruktur di lapangan.

Baca Lainnya : Ironi Hari Nelayan 2020 dalam Momok Prolegnas Omnibus Law 'Cilaka'

“Saya minta ini di breakdown mana provinsi yang melimpah ruah panennya sementara cold storage tidak ada, pemberitahuan itu kalau bisa diasumsikan biar bisa kita antisipasi jauh-jauh hari,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut Menteri Edhy memastikan bahwa KKP masih memiliki akses dana Badan Layanan Umum (BLU). Dana BLU sebesar Rp1 triliun ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kelautan dan perikanan.

Baca Lainnya : Nelayan Indonesia Bertahan dalam Terpaan 'Badai' Corona

Sementara terkait stimulus untuk pelaku usaha juga sudah dikoordinir oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial mengoordinir bantuan untuk masyarakat nelayan. 

“Kita masih punya akses BLU yang Rp1 tiriliun atau disebut  kredit nelayan. Ini tersedia. Ini sayang kalau tidak digunakan karena bunganya sangat rendah, 3 persen,” jelasnya.

 

 

“Ikan adalah produk yang bisa disimpan dan tahan lama. Semua orang akan tetap butuh makan. Restoran boleh tutup tapi makan tetap butuh. Langkah kita tetap harus produksi,” tegasnya.

 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020