trubus.id
Life » Ibu yang Rutin Konsumsi Sayuran Berikut Ini, Bisa...
Ibu yang Rutin Konsumsi Sayuran Berikut Ini, Bisa Turunkan Risiko Bayi Lahir Prematur

Ibu yang Rutin Konsumsi Sayuran Berikut Ini, Bisa Turunkan Risiko Bayi Lahir Prematur

Syahroni - Rabu, 15 Apr 2020 18:00 WIB

Trubus.id -- Ternyata kita harus mengikuti saran orang tua kita ketika kita berpikir untuk menjadi orang tua sendiri. Yah, sebuah studi baru-baru ini menemukan makan 'tiga jenis sayuran' tradisional secara teratur sebelum kehamilan menurunkan risiko kelahiran prematur.

Kandidat peraih gelar Ph.D dari University of Queensland, Dereje Gete menganalisis diet hampir 3500 wanita dan menemukan konsumsi tinggi wortel, kembang kol, brokoli, labu, kubis, kacang hijau dan kentang sebelum konsepsi membantu wanita mencapai kehamilan jangka penuh.

"Sayuran tradisional kaya akan antioksidan atau nutrisi anti-inflamasi, yang memiliki peran penting dalam mengurangi risiko hasil kelahiran yang merugikan," kata Gete. "Wanita bergantung pada nutrisi yang tersimpan tertentu seperti kalsium dan zat besi sebelum konsepsi, yang sangat penting untuk perkembangan plasenta dan janin. Memulai diet yang lebih sehat setelah bayi dikandung mungkin sudah terlambat, karena bayi sepenuhnya terbentuk pada akhir trimester pertama."

Profesor Gita Mishra mengatakan penelitian itu menyarankan intervensi diet dan strategi untuk mengubah perilaku mungkin membantu ketika wanita mulai berpikir tentang memiliki bayi.

"Orang yang lahir prematur menghadapi risiko lebih besar terkena penyakit metabolik dan kronis di masa dewasa, serta perkembangan kognitif dan kinerja akademik yang buruk," kata Profesor Mishra.

Kelahiran prematur, yang merupakan kelahiran sebelum usia kehamilan 37 minggu, adalah penyebab utama kematian pada anak-anak Australia dan memengaruhi 8,5 persen kelahiran setiap tahun, sebuah angka yang cenderung naik.

Penelitian ini merupakan bagian dari Studi Longitudinal Australia tentang Kesehatan Wanita, sebuah studi berbasis populasi besar yang sedang berlangsung terhadap lebih dari 57.000 wanita yang menyelidiki peran faktor sosio-demografis, biologis, fisik, lingkungan dan perilaku pada kesehatan dan kesejahteraan. Studi ini telah dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020