trubus.id
Kemendag Siapkan Skenario Relokasi Anggaran untuk Tangani Covid-19 di Indonesia

Kemendag Siapkan Skenario Relokasi Anggaran untuk Tangani Covid-19 di Indonesia

Astri Sofyanti - Selasa, 07 Apr 2020 14:00 WIB

Trubus.id -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menyiapkan skenario penghematan anggaran dan merelokasi anggaran untuk menangani pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia. Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengungkapkan bahwa skenario penghematan anggaran ini sambil menunggu penetapan Menteri Keuangan.

Mendag Agus menyatakan, langkah tersebut sesuai arahan Presiden RI Jokow Widodo (Jokowi) dan sejalan dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 dan Keputusan Presiden (Keppres) No. 11 Tahun 2020 dalam rangka penanganan wabah Covid-19.

“Kementerian Perdagangan melakukan penghematan anggaran dengan mengurangi belanja perjalanan dinas, paket rapat, dan kegiatan pameran seperti Trade Expo Indonesia, World Dubai Expo, Pangan Nusa dan pameran dalam negeri lainnya, sebesar Rp731.702.876.750, sehingga anggaran Kementerian Perdagangan yang semula berjumlah Rp3.577.137.901.000 kini menjadi Rp2.845.435.024,250,” kata Mendag Agus lewat keterangan resminya, Senin (6/4).

Nilai anggaran pada belanja yang masuk skenario penghematan tersebut sebesar Rp731,7 miliar. Dengan begitu, anggaran Kemendag yang semula berjumlah Rp3,577 triliun berubah menjadi Rp2,845 triliun.

Alokasi anggaran tersebut dilakukan per unit Eselon I yang ada di Kementerian Perdagangan, yaitu Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Inspektorat Jenderal, dan Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan.

Selanjutnya, Mendag sepakat dengan DPR RI untuk menyisir kembali anggaran dan menambahkan, alokasi anggaran tersebut dan refocusing untuk membiayai kegiatan-kegiatan penanganan Covid-19.

“Diutamakan kegiatan yang manfaatnya dapat langsung diterima tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19 dan melindungi masyarakat. Serta program yang digunakan untuk pedagang pasar serta usaha kecil menengah (UMKM) sehingga dapat tetap berusaha dan bangkit dari keterpurukan ini,” pungkasnya.

Editor : Astri Sofyanti

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020