trubus.id
Smart Farming Muncul sebagai Solusi di Saat Kelangkaan Bahan Pangan Terjadi di Korsel

Smart Farming Muncul sebagai Solusi di Saat Kelangkaan Bahan Pangan Terjadi di Korsel

Syahroni - Kamis, 02 Apr 2020 22:00 WIB

Trubus.id -- Kekhawatiran keamanan pangan meningkat di Korea Selatan seiring munculnya larangan ekspor beras dan gandum, pembatasan migrasi dan kekurangan tenaga kerja. India dan Vietnam, yang merupakan eksportir beras terbesar dan ketiga terbesar di dunia, baru-baru ini melarang ekspor beras. 

Selain itu, Rusia juga menerapkan penangguhan 10 hari mulai 20 Maret sehubungan dengan setiap butir beras yang terkirim dikhawatirkan membawa wabah penyakit. Selain itu, semakin banyak juga negara yang melarang ekspor makanan di tengah penyebaran COVID-19 yang sangat cepat.

Dilansir dari businesskorea.co.kr, Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan, sementara itu, baru-baru ini mengumumkan bahwa impor makanan Korea Selatan untuk tahun 2019 berjumlah 18,6 juta ton senilai US $ 28,1 miliar, yang dibagi menjadi sekitar 738.000 kasus dari 168 negara.

Korea Selatan saat ini menghadapi masalah-masalah seperti lahan pertanian yang sempit, lingkungan budidaya yang rentan dan kekurangan petani. Selain itu, pasokan tanaman yang tidak sistematis telah menyebabkan fluktuasi harga tanaman berulang. Dalam situasi ini, smart farming muncul sebagai solusi untuk masalah-masalah seperti itu.

Pertanian cerdas adalah untuk mengoptimalkan lingkungan yang terkait dengan tanaman, ternak, dan hasil laut melalui Internet of Things, data besar dan kecerdasan buatan dan secara otomatis dan jarak jauh mengendalikan lingkungan-lingkungan tersebut dengan menggunakan komputer pribadi dan smartphone. Industri pertanian cerdas di Korea Selatan diharapkan untuk terus tumbuh berdasarkan rencana pemerintah untuk pengembangan pertanian cerdas.

Editor : Syahroni

Berita Terkait

01 Juni 2020
01 Juni 2020
31 Mei 2020