trubus.id
Di Tangan Mahasiswa Ini , Limbah Kayu di Kabupaten Temanggung Disulap jadi Sumber Listrik

Di Tangan Mahasiswa Ini , Limbah Kayu di Kabupaten Temanggung Disulap jadi Sumber Listrik

Syahroni - Minggu, 29 Mar 2020 07:00 WIB

Trubus.id -- Mahasiswa Institut Pertanian Bogor menggagas pemanfaatan limbah kayu sebagai sumber listrik di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Berkat gagasannya ini, mahasiswa Fakultas Kehutanan (Fahutan), IPB University ini berhasil menjuarai lomba esai tingkat nasional. 

Afriza Setiadi, mahasiswa dari Departemen Hasil Hutan, asal Tegal Jawa Tengah ini berhasil menjuarai “Ruang Karya National Competition 2020” yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Studi Karya Ilmiah Mahasiswa (SKIM) Politeknik Negeri Jember, yang digelar sejak 24 Januari hingga 15 Maret silam.

Berlatar belakang banyaknya limbah serbuk kayu hasil produksi dari perusahaan mebel di Kabupaten Temanggung yang belum termanfaatkan dengan baik, serta kurang memadainya kebutuhan listrik, Afriza menggagas energi terbarukan dari limbah kayu tersebut.

“Di Kabupaten Temanggung terdapat 124 perusahaan kayu yang limbah serbuk kayunya sekira 200 ton per hari. Limbah ini belum termanfaatkan dengan baik. Di sisi lain, tercatat 250 desa dan 2500 rumah yang kebutuhan listriknya belum memadai. Dari hal itu saya berinisiatif memanfaatkan limbah kayu tersebut sebagai sumber energi listrik,” kata Afriza dalam keterangan tertulisnya.

Oleh Afriza, limbah kayu dibentuk menjadi pellet kayu yang memiliki nilai kalor 18 Gj/ton yang bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik dari biomassa terbarukan. Pellet kayu ini dapat memenuhi kebutuhan listrik sebanyak 47,66 persen dari kebutuhan listrik, sehingga pada tahun 2030, Temanggung bisa mencapai kemandirian energi.

“Limbahnya ini dibentuk menjadi pellet kayu terlebih dahulu. Nah listriknya dari mana? Pellet kayu ini mengandung kadar air sekitar 8-10 persen dengan nilai kalor 18 Gj/ton yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Temanggung," terangnya.

Ia menjelaskan, proses pembuatan limbah kayu menjadi energi listrik membutuhkan proses awal yang cukup rumit. Pellet yang dihasilkan harus diolah melalui proses pembakaran yang nantinya akan menghasilkan uap panas. Uap panas ini ditransfer ke turbin untuk menggerakkan generator yang selanjutnya dikonversi menjadi energi listrik. 

"Keunggulannya di sini adalah biaya bahan baku lebih murah bahkan gratis didapat, ramah lingkungan dan emisi karbon yang rendah,” jelasnya.

Afriza berharap, ke depan dirinya dapat lebih menghasilkan karya-karya dalam bidang pertanian maupun kehutanan serta dapat menjadi manusia yang bermanfaat. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020