trubus.id
Otoritas Peru Hentikan Pembantaian Kelelawar yang Dituding jadi Sumber Penularan Virus Corona

Otoritas Peru Hentikan Pembantaian Kelelawar yang Dituding jadi Sumber Penularan Virus Corona

Syahroni - Sabtu, 28 Mar 2020 21:00 WIB

Trubus.id -- Pihak berwenang Peru, Rabu (25/3) kemarin menyerukan pada warganya untuk berhenti membunuh kelelawar yang dituding sebagai penyebar virus corona. Seruan itu dikeluarkan setelah pihak berwenang menyelamatkan 200 ekor kelelawar yang akan dibakar oleh petani yang menangkapnya.

"Kita tidak boleh mendistorsi situasi akibat pandemi. Kelelawar bukan musuh kita," kata petugas Layanan Nasional Hutan dan Fauna Liar (SERFOR) dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari AFP.

SERFOR menyerukan agar masyarakat, khususnya petani di Culden, di wilayah Cajamarca utara agar lebih tenang dan tidak menyerang kelelawar lagi dengan api.

"Para petani menyerang mamalia ini karena mereka pikir mereka menyebarkan virus corona," kata petugas tersebut.

Sebelumnya, 200 ekor kelelawar diselamatkan oleh staf SERFOR dan dilepaskan di sebuah gua yang jauh dari Culden.

SERFOR mengatakan kelelawar juga dapat bermanfaat bagi manusia karena "70 persen spesies di dunia memberi makan serangga, banyak di antaranya berbahaya bagi pertanian dan kesehatan kita, seperti nyamuk yang menyebarkan demam berdarah dan penyakit lainnya."

Jessica Galvez-Durand, yang bertanggung jawab atas fauna liar di SERFOR, mengatakan orang harus menghindari makan hewan liar dan bahwa menggunakan daging mereka dalam obat-obatan juga berisiko.

Di beberapa negara Asia seperti China, di mana pandemi coronavirus berasal, daging kelelawar dianggap sebagai makanan lezat. Banyak ahli meyakini kelelawar yang menginfeksi trenggiling  — spesies mamalia kecil bersisik langka — yang kemudian dimakan manusia adalah sumber penularan virus corona novel kepada manusia.

Para ilmuwan percaya virus itu berasal dari kelelawar tetapi ditransfer ke manusia melalui hewan lain, mungkin trenggiling yang dagingnya sering digunakan dalam pengobatan kesehatan.

Ada lebih dari 400 kasus dan sembilan kematian akibat COVID-19 di Peru. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

01 Juni 2020
01 Juni 2020
31 Mei 2020