trubus.id
Kemarau 2020, 30 Zona Musim di Indonesia Lebih Kering dari Normal

Kemarau 2020, 30 Zona Musim di Indonesia Lebih Kering dari Normal

Binsar Marulitua - Selasa, 24 Mar 2020 17:50 WIB

Trubus.id -- Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, awal musim kemarau tahun 2020 dimulai bervariasi. Sebanyak 19.3 persen daerah zona musim (ZOM) diprediksi akan memasuki musim kemarau lebih awal, sedangkan sebanyak 37.4 persen ZOM sama seperti biasanya dan sebanyak 43.3 persen ZOM lebih lambat dari biasanya

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan, Musim kemarau tahun 2020 secara umum diprediksi lebih basah dari musim kemarau tahun 2019.  Puncak Musim Kemarau di sebagian besar daerah zona musim diprediksi akan terjadi di bulan Agustus 2020.

"Meskipun demikian perlu diwaspadai 30 persen ZOM yang diprediksi akan mengalami kemarau lebih kering dari normalnya," jelas Dwikorita Karnawati di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Baca Lainnya : Masker N95 dan Respirator Tidak Bisa Cegah Virus Corona

Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 17.0% diprediksi akan mengawali musim kemarau pada bulan April 2020, yaitu di sebagian kecil wilayah Nusa Tenggara, Bali, dan Jawa. 

Sebanyak 38.3 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei 2020, meliputi sebagian Bali, Jawa, Sumatera, dan sebagian Sulawesi.

Baca Lainnya : Hari Meteorologi Dunia ke 70, BMKG Ajak Masyarakat Berperan Aktif pada Perubahan Iklim dan Ketahanan Air

Dwikorita juga menjelaskan, jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis Awal Musim Kemarau (periode 1981-2010), maka Awal Musim Kemarau 2020 di Indonesia diprakirakan Mundur pada 148 ZOM (43.3 persen), normal pada 128 ZOM (37.4 persen), dan maju pada 66 ZOM (19.3 persen).

Baca Lainnya : RUU Omnibus Law Dinilai Berdampak Buruk bagi Nelayan dan Masyarakat Pesisir

Selanjutnya, apabila dibandingkan terhadap rerata klimatologis Akumulasi Curah Hujan Musim Kemarau (periode 1981-2010), maka secara umum kondisi Musim Kemarau 2020 diprakirakan Normal atau sama dengan rerata klimatologisnya pada 197 ZOM (57.65 persen). 

Namun sejumlah 103 ZOM (30.1 persen), akan mengalami kondisi kemarau 'Bawah Normal (Kemarau lebih kering), yaitu curah hujan musim kemarau lebih rendah dari rerata klimatologis) dan 42 ZOM (12.3 persen) akan mengalami 'Atas Normal' (kemarau leboh basah), yaitu curah hujan lebih tinggi dari reratanya).

Untuk puncak musim kemarau diprediksi, sekitar 9.9 persen daerah Zona Musim akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Juli, sedangkan 64.9 persen pada bulan Agustus dan sekitar 18.7 persen pada bulan September

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

29 Mar 2020
29 Mar 2020
29 Mar 2020

Berita Lainnya