trubus.id
Pendemi Virus Corona, UMKM Perlu Diperkuat Antisipasi Pelemahan Perekonomian Global

Pendemi Virus Corona, UMKM Perlu Diperkuat Antisipasi Pelemahan Perekonomian Global

Binsar Marulitua - Kamis, 12 Mar 2020 15:00 WIB

Trubus.id -- Peningkatan kontribusi UMKM terhadap pendapatan nasional harus terus diupayakan di tengah lesunya perekonomian global yang salah satunya disebabkan oleh penyebaran virus corona (covid-19).

Menurut  data Kementerian Koperasi dan UMKM pada tahun 2017, kontribusi UMKM menjadi kontrisektor yang berperan dalam membuka lapangan kerja bagi 96,87% angkatan kerja di Indonesia. 

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan, berdasarkan hasil Sensus Ekonomi yang diadakan setiap sepuluh tahun sekali, pada tahun 2016 kontribusi UMKM pada PDB mencapai 60,34%. Kontribusi ini pada dasarnya masih dapat ditingkatkan, mengingat peran UMKM dalam porsi ekspor di Indonesia hanya mencapai 14,5%. Pemerintah tengah memasang target yang ambisius.

Pasalnya, angka tersebut ditargetkan naik lebih dari dua kali lipat pada 2024 mendatang menjadi 30%. Pengalaman pada 1998 dan 2012 membuktikan bahwa UMKM dapat bertahan dari krisis ekonomi, ditunjukkan dengan pertumbuhan positif yang dicapai UMKM pada saat-saat krisis.

”Dengan memperkuat peran UMKM sebagai punggung perekonomian, diharapkan kondisi makroekonomi Indonesia juga menjadi lebih tahan banting terhadap ketidakpastian global di tahun-tahun mendatang. Kebijakan pro-UMKM yang dapat diberikan sebaiknya terfokus pada bantuan modal dan pemasaran, mengingat dua hal ini seringkali masih menghambat pertumbuhan UMKM,” jelasnya.

UMKM sering disebut sebagai bentuk usaha yang mampu bertahan dalam situasi ekonomi yang serba tidak pasti. Beberapa hal yang menjadi alasan UMKM mampu bertahan dalam situasi ekonomi yang serba tidak pasti antara lain adalah UMKM menghasilkan barang dan jasa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Selain itu, UMKM juga memanfaatkan sumber daya lokal, seperti pekerja lokal dan bahan baku lokal.

Selain itu, lanjut Pingkan, UMKM kini juga sudah mulai memanfaatkan platform digital dalam kegiatan pemasarannya. Dengan memanfaatkan platform digital, para pelaku UMKM akan memiliki kesempatan yang sama dengan pelaku usaha lain untuk menjual produk mereka. Pemanfaatan platform digital juga menguntungkan UMKM karena dapat menghemat biaya operasional.

Selain membantu menumbuhkan dan mengembangkan bisnis UMKM dengan mudah, era digitalisasi ekonomi ini juga memberikan tantangan, baik bagi pemerintah dan UMKM. Pemerintah diharapkan bisa memberikan penguasaan teknologi secara merata kepada pelaku bisnis UMKM agar tidak ada UMKM yang harus tersingkir karena ketidakmampuan penguasaan teknologi dalam era ekonomi digital.

Perkembangan UMKM di Indonesia kini beriringan dengan perkembangan ekonomi digital yang diprediksi akan berkontribusi hingga 10% terhadap PDB di tahun 2018. Jumlah pengguna internet di Indonesia kini mencapai 54,68% pada tahun 2017.

Jumlah ini diprediksi akan terus naik dan akan diikuti dengan transaksi e-commerce yang juga terus meningkat. Semakin berkembangnya digital ekonomi di Indonesia mau tidak mau menuntut pelaku UMKM untuk berkompetisi dalam dunia digital karena kedepannya diprediksi konsumen akan cenderung melakukan pembelian secara online.

Selain pemanfaatan platform digital, pemerintah idealnya harus menyediakan skema permodalan yang ramah terhadap UMKM. Selama ini, UMKM seringkali sulit mendapatkan modal dari bank karena sulitnya UMKM dalam memenuhi syarat creditworthiness (5C) yang menjadi standar bank dalam memberikan pinjaman. Creditworthiness diartikan sebagai syarat-syarat kelayakan untuk mendapatkan kredit dari bank.

”Penguatan peran peer-to-peer lenders harus dilakukan untuk memberikan UMKM akses ke permodalan dengan skema pembayaran yang ramah bagi para UMKM. Peningkatan kapasitas bagi para UMKM juga perlu mengikuti dinamika perkembangan ekonomi digital agar dapat tetap relevan dan membantu meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian nasional,” tandasnya.

 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

01 Juni 2020
31 Mei 2020
31 Mei 2020