trubus.id
LPPM IPB University Dampingi Warga Indramayu Baca Tulis

LPPM IPB University Dampingi Warga Indramayu Baca Tulis

Thomas Aquinus - Kamis, 05 Mar 2020 08:00 WIB

Trubus.id -- Pusat Kajian Resolusi Konflik (CARE) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University sejak pertengahan tahun 2019 hingga sekarang rutin mengadakan kegiatan baca tulis bagi kelompok ibu-ibu tuna aksara di Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan CARE bekerjasama dengan PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field.

“Kegiatan baca tulis ini hadir sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi sebagian warga Jumbleng, Indramayu. Untuk mengawal program ini, kami menugaskan sarjana IPB University untuk tinggal di desa Jumbleng, sekaligus sebagai pengajar,” ujar Adi Firmansyah, Kepala Divisi Pemberdayaan CARE dalam siaran persnya.

Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan pertama kali tanggal 8 Juli 2019 dan telah berjalan selama 33 minggu. Kegiatan dilaksanakan satu kali setiap minggunya dengan durasi dua jam setiap pertemuan. Tempatnya di Sekretariat Kuppas Bestari, yang merupakan kelompok binaan PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field di blok Jangga Tua, Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Indramayu.

Baca Lainnya : IPB University Sosialisasi Kesehatan dan Reproduksi Kepada Peternak Domba Bogor

“Awalnya masyarakat enggan untuk mengikuti kegiatan ini, sehingga kami memberikan perangsang doorprize berupa sabun cuci, detergen dan lainnya untuk memotivasi semangat belajar mereka. Kini pelan-pelan mereka menyadari bahwa baca tulis ini merupakan kebutuhan bagi mereka. Kegiatan ini mulanya diikuti oleh lima orang dan terus bertambah menjadi sepuluh orang saat ini,” kata Isma Firliani SPt, alumni IPB University sekaligus fasilitator dan pengajar dalam kegiatan ini.

Kegiatan menulis (foto: Dok IPB University)

Selain semangat belajar, kendala lain yang dihadapi program ini adalah rendahnya kemampuan daya serap materi yang disampaikan sehingga perlu dilakukan pengulangan tiga hingga empat kali pertemuan untuk satu materi. Hal ini bisa dimaklumi mengingat peserta belajar umumnya telah berusia di atas 40 tahun.  Peserta kegiatan baca tulis ini terbuka untuk seluruh warga di desa lainnya yang ingin bebas dari buta huruf.

Baca Lainnya : Winter Course IPB University Tekankan Pentingnya SDGs 2030

Materi yang diberikan adalah pengenalan bentuk-bentuk huruf kapital. Untuk meningkatkan daya ingat, peserta mendapatkan pekerjaan rumah (PR) untuk menulis setiap huruf yang baru selesai diajarkan sebanyak satu halaman penuh. Peningkatan kemampuan peserta kegiatan juga didukung secara nutrisi dengan pemberian susu UHT untuk peserta dalam meningkatkan kemampuan dalam penerimaan materi.

Upaya-upaya tersebut kian menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Peserta kegiatan baca tulis yang mulanya tidak mengetahui satu pun bentuk alfabet, kini sudah dapat mengenali bahkan beberapa sudah dapat merangkai huruf dan menulis namanya sendiri. Selain itu, peserta kini sudah mampu menebak huruf pertama atau pun huruf terakhir saat diberikan pertanyaan berupa gambar yang harus diterjemahkan menjadi kata.

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

09 April 2020
09 April 2020
09 April 2020

Baca Juga

Berita Lainnya