trubus.id
Kemenkes Lakukan Fogging Antisipasi Penularan Vektor pada WNI ABK yang di Observasi di Pulau Sebaru

Kemenkes Lakukan Fogging Antisipasi Penularan Vektor pada WNI ABK yang di Observasi di Pulau Sebaru

Astri Sofyanti - Rabu, 04 Mar 2020 12:10 WIB

Trubus.id -- Kementerian Kesehatan bersama TNI dan BNPB melakukan fogging guna mencegah penularan penyakit dari vektor seperti nyamuk di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, tempat dimana dilakukan observasi bagi WNI ABK World Dream terkait virus corona (Covid-19). Pasalnya Pulau Sebaru dipenuhi dengan pepohonan yang memungkinkan vektor keluar masuk bangunan tempat WNI ABK menjalani masa observasi.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati mengungkapkan, pengendalian vektor dilakukan dengan melakukan survei vektor di area observasi ABK World Dream Sebaru 1 mulai pukul 09.00 WIB.

“Hasil survei telah ditemukan jentik Aedes Albofictus di area perkebunan dan ditemukan juga nyamuk dewasa Aedes Aegypti di area lapangan tenis yang jaraknya kurang lebih250 meter dari asrama para WNI ABK World Dream,” kata Widyawati lewat keterangan resminya.

Seluruh wilayah observasi dilakukan fogging untuk mencegah penularan penyakit dari vektor seperti nyamuk.

Terkait kesehatan lingkungan, dilakukan bersih-bersih pantai pada pukul 06.00 – 07.00 WIB oleh tim gabungan antara tim kesehatan dan TNI. Area pantai yang dibersihkan kurang lebih 200 meter dan sampah yg diambil adalah sampah plastik berupa botol air mineral, gelas air mineral, kantong kresek, styrofoam, bungkus mie instan, dan kardus nasi kotak. Volume sampah yang diambil sebanyak 8 polybag.

Kesehatan air pun terus dipantau. Hari ini tim kesehatan lingkungan telah mengambil sampel kualitas air minum/bersih untuk uji mikrobiologi secara kualitatif di 2 titik, yakni titik sampel di ground tank yang diambil pada pukul 09.05 WIB dan titik sampel outlet water treatment yang diambil pada pkl 09.10 WIB.

Hasil sampel akan diketahui setelah diinkubasi dalam inkubator pada saat suhu 35 derajat celcius selama 24 jam. Logistik yang dibutuhkan adalah polybag sampah organik ramah lingkungan, polybag kuning untuk sampah medis, media KIE terkait dg virus corona, dan masker bedah.

Rencana kegiatan berikutnya, antara lain pengelolaan sampah/limbah medis berupa jarum suntik sisa pengambilan darah, pemusnahan limbah medis dilakukan bila incinerator sudah bisa difungsikan, dan pengangkutan dan pemusnahan sampah domestik oleh NUBIKA TNI AD.

Editor : System

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020