trubus.id
Menkop dan UKM Apresiasi Terbangunnya Gerakan Ekosistem Koperasi Modern di Sleman

Menkop dan UKM Apresiasi Terbangunnya Gerakan Ekosistem Koperasi Modern di Sleman

Thomas Aquinus - Kamis, 27 Feb 2020 08:00 WIB

Trubus.id -- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menghargai semangat masyarakat Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang membangun inisiatif untuk membuat gerakan dengan membentuk ekosistem koperasi modern dan keren sekaligus mencapai UMKM naik kelas. 

Menurut Menkop dan UKM, gerakan UMKM ada dan berkembang di tengah masyarakat. Oleh karenanya gerakan masyarakat semacam ini harus terus digulirkan dan diberikan tempat.

"Gerakan ini merupakan partner bagi pemerintah," kata Teten, dalam acara "Urun Rembuk, Inisiasi Gerakan Relawan Untuk Membangun Platform Ekosistem Koperasi Keren dan UMKM Naik Kelas" yang diinisiasi oleh Indonesia Creative Cities Network  (ICCN) bersama Jogja Creative Society (JCS) dan Sleman Creative Community (SCC) di Sleman Creative Space, Senin (24/2) malam.

Baca Lainnya : Mentan dan Menkop UKM Kolaborasi Bangun Koperasi Petani

Acara juga dihadiri Staf Khusus Presiden Putri Tanjung, Bupati Sleman Sri Purnomo, Ketua JCS Greg Wuryanto, Koordinator Komunitas Bandung Digital Meetup Wientor Rah Mada, dan Staf Khusus Menkop dan UKM Fiki Satari. Diskusi dimoderasi oleh Arief Budiman, Sekjen ICCN.

"Kami punya program UMKM naik kelas. Konkretnya, di tiap daerah ada berapa UMKM yang bisa naik kelas dan ini yang harus didorong," ujar Teten dalam siaran persnya.

Salah satu strategi UMKM naik kelas dengan melakukan konsolidasi terhadap usaha berskala kecil. Ia mencontohkan, konsolidasi petani di sektor pertanian. Lahan-lahan sempit milik petani dikonsolidasikan supaya bisnisnya semakin besar. 

Begitu juga terhadap brand akan turut dikonsolidasikan. Brand yang terlalu banyak untuk  berebut pasar itu tidak baik. Lebih baik brand sedikit tapi size-nya besar. 

Baca Lainnya : Kunjungi Koperasi Pertanian Terbesar di Italia, Mentan Syahrul Ingin Koperasi Pertanian Indonesia Tembus Pasar Global

Menurut Teten, pertumbuhan UMKM juga harus didukung oleh para pakar di bidangnya. Misalnya di Jepang, UMKM berkembang pesat karena melibatkan 4.000 pakar.  

Sementara itu, Kemenkop dan UKM memiliki SMESCO yang dapat menjadi tempat berlatih bagi para UMKM.  

"Kemenkop dan UKM punya SMESCO. Tempat tersebut tidak hanya untuk pameran, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk konsultasi bagi pelaku usaha," tuturnya.

Fiki Satari menyatakan,  gerakan relawan merupakan inisiatif yang dahsyat dari masyarakat. Ia yakin keseriusan masyarakat Yogyakarta pada umumnya dan Sleman khususnya punya kreativitas dan kemauan keras. "Inisiatif ini akan kami dorong secara nasional," tuturnya.

Staf Khusus Presiden Putri Tanjung menyampaikan keterlibatan masyarakat mendukung koperasi dan UKM sangat perlu untuk mempercepat tujuan yang hendak dicapai. Terlebih lagi orang-orang muda melalui komunitas yang semakin banyak terlibat akan menumbuhkan kreativitas dan berbagai peluang untuk bergerak bersama. 

Baca Lainnya : Koperasi Inginkan Pemerintah Tambah Subsidi Bunga KUR Mikro

“Pemerintah, masyarakat khususnya orang-orang muda bergerak bersama akan semakin mempercepat tumbuhnya  pelaku-pelaku koperasi dan UMKM yang berdaya saing,” kata Putri. 

Urun Rembuk menghasilkan lima kesepakatan yang akan dijalankan melalui gerakan relawan. Kelima kesepakatan tersebut adalah: 

  1. Mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif yang kondusif untuk mendorong Usaha Kecil dan Menengah naik kelas beserta kelembagaan ekonomi keren.
  2. Mengerahkan potensi yang ada untuk kolaborasi nyata yang melibatkan semua pemangku kepentingan, yang relevan dan bersedia untuk mendorong UKM naik kelas.
  3. Melaksanakan langkah strategis yang dibutuhkan agar kedua komitmen tersebut dapat dimulai segera.
  4. Merancang sinergi lintas pemangku kepentingan (pentahelix) permodelan UKM yang mandiri dan berkelanjutan di Indonesia dimulai dari Kabupaten Sleman, DIY.
  5. Evaluasi menyeluruh dan meretas segala aspek yang menghambat tumbuh kembang UKM dan koperasi di Indonesia.

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

29 Mar 2020
29 Mar 2020
29 Mar 2020

Baca Juga

Berita Lainnya