trubus.id
BPPT Sebut Curah Hujan Tinggi di Jakarta Akibat Fenomena CENS dari Laut China Selatan

BPPT Sebut Curah Hujan Tinggi di Jakarta Akibat Fenomena CENS dari Laut China Selatan

Astri Sofyanti - Rabu, 26 Feb 2020 15:00 WIB

Trubus.id -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut curah hujan tinggi di DKI Jakarta sejak beberapa hari terakhir dipicu oleh fenomena menyerupai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang berasal dari Laut Cina Selatan masuk ke Selat Karimatan hingga ke Teluk Jakarta. Curah hujan tinggi ini mengakibatkan banjir kembali mengepung ibu kota sejak Minggu (23/2).

"Terkait dengan kejadian banjir di beberapa titik di wilayah Jabodetabek pagi ini karena adanya fenomena CENS yang berasal dari Laut Cina Selatan, masuk ke Selat Karimata hingga ke Teluk Jakarta," kata Kepala Balai Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Tri Handoko Seto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/2).

Lebih jauh Seto mengatakan bahwa massa udara dingin dari CENS yang masuk dari LCS mengalami konvergensi dengan massa udara daratan dari Jakarta pada tanggal 24 - 25 Februari 2020. Akibatnya, proses pembentukan awan Cumulonimbus terjadi lebih cepat di Teluk Jakarta.

"Siklon Ferdinand dan Esther (juga) berkontribusi terjadinya fenomena ini. Akibatnya hujan kerap terjadi pada malam hingga dini hari atau dikenal sebagai fenomena Nighttime-Morning Precipitation," lanjutnya.

Selain itu, dirinya mengungkapkan, wilayah Jabodetabek saat ini berada pada wilayah konvergensi massa udara sehingga menyebabkan peningkatan massa udara basah yang memicu terjadinya hujan lebat.

Berdasarkan hasil analisa dan pengamatan cuaca BPPT, Seto mengakui jika pertumbuhan awan-awan hujan yang terjadi di wilayah Jabodetabek sebagian besar terjadi pada malam hingga dini hari.

"Awan-awan mulai tumbuh secara masif pada malam hari dan terjadi hujan lebat pada malam hingga dini hari bahkan sampai dengan pagi hari. Awan-awan seperti ini di luar jangkauan kemampuan armada Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) yang ada saat ini," ungkap Seto kembali.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di Jabodetabek hingga beberapa hari ke depan. Sehingga BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir, hingga tanah longsor.

Editor : System

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020