trubus.id
Perputaran Bisnis Capai Triliunan, Komunitas Burung Didorong untuk Berkoperasi

Perputaran Bisnis Capai Triliunan, Komunitas Burung Didorong untuk Berkoperasi

Thomas Aquinus - Senin, 24 Feb 2020 06:00 WIB

Trubus.id -- Menteri Koperasi dan UKM (Menkop dan UKM) Teten Masduki mengajak para penggemar burung atau kicau mania untuk berkoperasi mempertimbangkan bahwa perputaran uang dalam bisnis burung berkicau mencapai Rp1,7 triliun dalam setahun.

“Saya mendukung pembentukan Koperasi Komunitas Kicau Indonesia agar bisa menjadi landasan pengembangan bisnis kicau mania di Indonesia,” kata Teten saat menghadiri acara Festival dan Kompetisi Burung Berkicau Piala Menkop I di Bogor, beberapa waktu lalu.

Menurut Teten dalam siaran persnya mengatakan kicau mania bukan sekadar hobi melainkan upaya untuk bisa melestarikan burung karena ketika burung itu punya nilai ekonomi maka ia yakin burung-burung tersebut tidak akan punah. 

“Karena akan diternakkan, dibreeding tinggal bicara dengan Kementerian LHK enggak boleh takut dengan para kicau mania ini. Ada beberapa jenis burung yang punya nilai ekonomi karena sering masuk di dalam kontes dan itu pasti tidak akan punah karena itu akan diternakkan, akan dibudidayakan,” katanya.

Baca Lainnya : Kemenkop dan UKM Dorong Kelompok Usaha Wanita di Desa Bentuk Koperasi

Terlebih, Teten mengutip data pada 2019 di Indonesia ada sekitar 1.794 jenis burung yang harus terus dijaga kelestariannya. Bahkan di negara lain, di India misalnya, para pecinta burung sudah berhasil menernakkan burung merak biru sehingga bisa diperjual belikan secara internasional.

“Di kita belum, ke depan mestinya Kementerian LHK bisa memberikan kepada koperasi hak untuk menernakkan binatang langka supaya tidak punah, paling tidak para hobiis tidak lagi berburu di hutan tapi hasil ternak,” katanya.

Baca Lainnya : LPDB Mulai Seleksi Koperasi yang Potensial untuk Penyaluran Dana Bergulir

Menurut Teten, kicau mania merupakan suatu peluang usaha dimana Presiden Jokowi pernah menyebutkan ada Rp1,7 triliun dari perdagangan atau uang yang beredar di bisnis burung berkicau mulai dari budidaya, ternak, sangkar, pakan burung, sampai ke obat-obatan.

“Jadi ini kegiatan yang sangat besar manfaatnya karena itu sekali lagi kita semarakkan terus dan ini jangan lupa kebanyakan pelaku kicau mania ini sektor informal, jadi ide untuk membuat koperasi kicau Indonesia sangat tepat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut,dirinya juga sekaligus meresmikan Koperasi Komunitas Kicau Indonesia yang dihadiri oleh Ketua Umum Bonafide Indonesia Community (BIC) Lukmanul Hakim, Dirut LPDB KUMKM Braman Setyo, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Agus Santoso, dan Asisten Deputi Urusan Perikanan dan Peternakan Kementerian Koperasi dan UKM Budi Mustopo.

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

27 Mei 2020
27 Mei 2020
27 Mei 2020