trubus.id
Tempat Wisata di Indonesia Ini Punya Kepercayaan yang Harus Dipatuhi Pengunjung

Tempat Wisata di Indonesia Ini Punya Kepercayaan yang Harus Dipatuhi Pengunjung

Hernawan Nugroho - Selasa, 18 Feb 2020 23:00 WIB

Trubus.id -- Indonesia punya banyak sekali tempat wisata yang indah. Uniknya, beberapa tempat wisata di Indonesia memiliki tempat wisata yang kental dengan kepercayaan masyarakat lokal. Jika Trubus Mania mengunjungi tempat-tempat wisata yang memiliki kepercayaan lokal, hormatilah kepercayaan itu. Ini dia beberapa contoh obyek wisatanya.

1. Pulau Bali

Trubus Mania yang mengunjungi Pulau Bali pasti pernah melihat sajen di berbagai tempat. Aturan yang harus kita patuhi di sana adalah aturan tidak boleh menginjak sajen itu. Sajen biasanya dibuat dari janur kemudian berisi bunga-bunga, berbagai jenis makanan, dan dupa. Bagi masyarakat asli Bali, terutama pemeluk agama Hindu Dharma, sajen itu memiliki nilai spiritual dan dihormati.

Di Bali, sajen yang paling umum dijumpai di banyak tempat adalah canang sari. Canang sari adalah perlengkapan ritual persembahyangan umat Hindu Dharma. Canang sari ini biasanya ditemukan di perempatan, pagar, pohon besar, tempat suci, dan di jalan. Bagi masyarakat Bali, canang sari adalah makanan yang disediakan untuk Buta Kala, roh halus yang menjadi penunggu Pulau Bali. Sebagai bentuk menghormati kepercayaan itu, wisatawan diimbau untuk tidak menginjak, menendang, maupun melangkahi sajen, terutama dengan sengaja. Ini dipercaya bisa membawa musibah.

Baca Lainnya : Pesona Pantai Pandawa yang Dijaga Para Dewa

2. Pantai Parangtritis

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, ada banyak pantai. Salah satunya adalah Pantai Parangtritis. Di sana, ada mitos bahwa wisatawan tidak boleh mengenakan pakaian warna hijau. Ini karena Pantai Parangtritis yang letaknya di Pantai Selatan dipercaya sebagai wilayah kekuasaan Nyi Roro Kidul. Konon, wisatawan yang mengenakan pakaian warna hijau akan terseret ombak suruhan Nyi Roro Kidul, karena kesuakaannya pada warna hijau.

(foto: travelkita)

3. Desa Adat Baduy

Tidak jauh dari Jakarta juga ada tempat wisata yang punya aturan yang harus ditaati, yaitu di Desa Adat Baduy. Masyarakat Baduy dalam memiliki beberapa aturan bagi pengunjung, yaitu seperti tidak boleh mengambil foto atau video. Kemudian, jika mandi di sungai tidak boleh menggunakan sabun, sampo, dan pasta gigi. Jika melanggarnya, pengunjung bisa dikenakan sanksi. Karenanya, sebaiknya hormati dan taati aturan itu jika berkunjung ke sana.

4. Ranu Kumbolo

Di Gunung Semeru, ada danau yang dilewati para pendaki yang menuju puncak gunung itu, namanya Ranu Kumbolo. Biasanya para pendaki beristirahat di sana sebelum melanjutkan pendakian.

Masyarakat setempat mempercayai bahwa air di Danau Ranu Kumbolo merupakan air suci. Air dari Danau Ranu Kumbolo juga masih digunakan untuk prosesi ritual keagamaan masyarakat setempat. Sehingga, para pendaki dilarang mandi atau mencuci di danau itu. Semua kegiatan pendaki, seperti mendirikan tenda, juga harus dilakukan dalam jarak 10 meter dari bibir danau. Larangan itu juga dibuat karena suhu air di sana tidak bisa diprediksi dan cukup ekstrem, sehingga bisa mengancam keselamatan pendaki yang nekat mandi atau berenang di dalamnya.

Baca Lainnya : Pacitan, Kota 1.001 Gua di Jawa Timur

5. Goa Hawang

Di Indonesia timur juga ada tempat wisata yang memiliki kepercayaan tertentu, yaitu Goa Hawang di Maluku Tenggara. Goa Hawang ini terendam air laut dan di dalamnya ada sebuah kolam yang indah.

Masyarakat setempat mempercayai bahwa orang yang mengunjungi tempat itu bisa segera mendapatkan jodoh atau keturunan. Ada juga mitos tentang batu di dalam Goa Hawang yang menyerupai manusia dan dua ekor anjing. Konon, ada seorang pria yang pergi berburu babi hutan bersama dua ekor anjing.

(foto: travelkita)

Namun, babi hutan yang diincar tiba-tiba hilang saat memasuki goa. Kemudian karena kelelahan, pria itu meminum air di gua. Karena airnya terasa pahit, pria itupun kecewa dan marah sambil berkata yang tidak pantas, sehingga ia dan dua anjingnya dikutuk menjadi batu. Oleh karena itu, saat berkunjung ke Goa Hawang, pengunjung diminta menjaga tingkah laku dan perkataannya.

Editor : System

Berita Terkait

13 Juli 2020
13 Juli 2020
13 Juli 2020