trubus.id
Jurus KKP Dongkrak Produktivitas Ekspor Rumput Laut Sumba Timur

Jurus KKP Dongkrak Produktivitas Ekspor Rumput Laut Sumba Timur

Binsar Marulitua - Selasa, 18 Feb 2020 10:00 WIB

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan strategi untuk terus mendorong produktivitas rumput laut di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkualitas ekspor.  Strategi percepatan peningkatan produksi rumput laut dalam peta jalan industrialisasi rumput laut nasional telah disusun hingga 5 (lima) tahun mendatang.

“Industrialisasi rumput laut nasional merupakan sebuah langkah strategis yang akan menjembatani keterlibatan lintas sektoral dari mulai proses produksi di hulu hingga ke proses pengolahan dan pemasaran di hilir. Hal ini serupa dengan yang KKP telah lakukan di  Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sumba Timur dan akan diimplementasikan secara nasional,“ ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto  di Jakarta, Senin (18/2/2020). 

Baca Lainnya : Susun Peta Jalan, KKP Targetkan Produksi 10,99 Juta Ton Rumput Laut di 2020

Slamet menjelaskan, proses bisnis yang dilakukan di SKPT Sumba Timur dimulai dari penetapan lokasi sentra budidaya rumput laut di daerah Woba, di mana semua proses budidaya mulai dari persiapan hingga siap untuk dijual dilakukan di satu lokasi. 

Proses dimulai dengan penyediaan bibit melalui bantuan kebun bibit rumput laut kepada pokdakan untuk selanjutnya dibudidayakan oleh pembudidaya. Setelah rumput laut siap untuk dipanen, kelompok pembudidaya/koperasi rumput laut tidak perlu khawatir dengan penjualan karena sudah difasilitasi kemitraan dengan industri pengolah rumput laut.

Selain bantuan sarana untuk berbudidaya, tidak lupa juga untuk diberikan prasarana penunjang seperti pembukaan dan peningkatan akses jalan ke lokasi sentra budidaya rumput laut, pembangunan MCK dan jaringan air bersih, pemasangan jaringan listrik, gudang rumput laut serta balai pertemuan yang turut berperan menyukseskan proses produksi hingga pendistribusisan hasilnya. 

Untuk itu, Slamet menambahkan, KKP sangat mengharapkan peran aktif dan kontribusi pemda serta masyarakat setempat untuk dapat menjaga keberlanjutan usaha yang telah dibangun bersama. 

“Dengan demikian, misi awal pembangunan SKPT di Sumba Timur untuk memberikan dampak positif bagi pergerakan ekonomi daerah akan terwujud,” pungkas Slamet.

Sementara itu, Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas, Sri Yanti menyatakan bahwa Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sumba Timur merupakan salah satu SKPT terbaik, karena berbagai faktor.

Di antaranya keterlibatan yang tinggi dari pemda dan masyarakat sekitar, perencanaan yang matang, serta ketepatan dalam memberikan bantuan, hingga bisa dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Selain itu, keberadaan BUMD PT. Algae Sumba Timur Lestari (ASTIL) merupakan elemen penting sebagai penyerap hasil produksi masyarakat Sumba Timur. Namun untuk meningkatkan nilai tambah dan memperluas peluang pasar, maka PT. ASTIL perlu didorong untuk bisa melakukan diversifikasi produk dari Chips menjadi produk Karaginan (Semi Refined Carageenan/SRC),” kata Sri.

Baca Lainnya : Pemerintah Rancang Peta Panduan Pengembangan Industri Rumput Laut Nasional

PT. ASTIL, lanjut Sri, merupakan pabrik yang memproduksi chips/ATC rumput laut, dengan kapasitas produksi mencapai 90 ton per bulan. Dengan kata lain, pabrik ini mampu menyerap suplai produksi rumput laut basah sebanyak 2.500 ton atau 250 ton rumput laut kering per bulan. Pada tahun 2019, PT. ASTIL berhasil memproduksi sebanyak 402,266 ton ATC dengan pembeli yang berasal dari dalam dan luar negeri.

“Dengan sinergitas dan komunikasi yang baik antar pemangku kepentingan, saya yakin keberlanjutan usaha bukan merupakan sebuah mimpi” tutup Sri.

Sementara itu, Sonia Tapar Kupung, Ketua kelompok Tangar Mahamu dari desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu menyatakan siap untuk terus mengawal bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah bersama dengan anggota kelompok yang lain.

“Kami harap pemerintah tidak lelah untuk terus memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas pembudidaya rumput laut di Sumba Timur ini,” tandasnya.

Sebagai informasi, sejak 2017-2019 KKP telah menggelontorkan berbagai bantuan ke Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) SKPT Sumba Timur, di antaranya pembangunan prasarana budidaya rumput laut seperti para-para, rumah ikat, dan perahu fiber, sarana budidaya rumput laut, sarana kebun bibit rumput laut, sarana goemembran, kapal penangkap ikan, ice flake machine, coolbox, mobil pickup, serta berbagai bantuan prasarana seperti perbaikan jalan produksi, akses air bersih, jaringan listrik, MCK dan sebagainya. Total bantuan yang telah diberikan ke Kabupaten Sumba Timur sebesar Rp53,6 miliar. 

Baca Lainnya : Volume Ekspor Perikanan Sulsel Meroket 602 Persen, Rumput Laut Penyumbang Terbesar

Dari bantuan yang telah diberikan, produksi rumput laut Sumba Timur mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sebelumnya pada 2016 produksi rumput laut Sumba Timur baru mencapai 26.413 ton rumput laut basah, sedangkan pada tahun 2019 menurut data sementara, meningkat mencapai 35.115 ton. 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

01 April 2020
01 April 2020
01 April 2020

Berita Lainnya