trubus.id
Diyakini Pernah jadi Hewan Peliharaan, Ilmuan Selidiki Asal Usul Dingo Liar  Australia

Diyakini Pernah jadi Hewan Peliharaan, Ilmuan Selidiki Asal Usul Dingo Liar Australia

Syahroni - Jumat, 14 Feb 2020 06:00 WIB

Trubus.id -- Diyakini sebagai hewan peliharaan pada satu tahap dalam evolusi mereka, asal-usul dingo Australia terselubung misteri, memaksa generasi ahli biologi untuk mencari petunjuk tentang sejarah awal mereka. Bukti baru baru-baru ini telah diungkapkan oleh sebuah studi genom yang menawarkan rincian menggiurkan tentang adaptasi mereka dari dijinakkan ke hewan liar.

Penulis utama studi ini, Peter Savolainen, seorang profesor di Departemen Teknologi Gene di KTH Royal Institute of Technology, mengatakan bahwa ribuan tahun yang lalu predator pedalaman ini adalah anjing peliharaan di Asia. 

Menurut analisis genetik, dingo memulai perjalanan fermentasi mereka - dan migrasi mereka ke Australia - 8.300 tahun yang lalu ketika mereka berpisah dari leluhur mereka, yang saat ini dikenal sebagai anjing desa di Indonesia.

"Analisis kami tentang filogeni, struktur populasi, dan demografi serta analisis seleksi, menunjukkan bahwa dingo adalah populasi yang secara genetik berbeda dengan jelas dibedakan dari anjing peliharaan," kata Savolainen. 

"Gen yang terkait dengan perilaku, pencernaan makanan, dan reproduksi telah berevolusi untuk menyesuaikan dingo dengan hidup di alam, bukan bersama-sama dengan manusia."

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara anjing peliharaan di Asia Tenggara dan dingo, tetapi masih ada pertanyaan mengenai waktu dan rute migrasi mereka yang tepat ke Australia. 

Savolainen mengatakan bukti sekarang menunjukkan jalan mereka dimulai di Asia Tenggara selatan 9.900 tahun yang lalu ketika mereka menyimpang dari anjing asli dan bermigrasi ke Maritim Asia Tenggara, akhirnya mencapai Australia dan memulai transisi 8.000 tahun menjadi populasi anjing liar yang berbeda secara fenotipik dan genetik.

Analisis ini juga menunjukkan bahwa dingo dan sepupu mereka, Anjing Bernyanyi (singing dog) Papua, lebih mirip dengan serigala daripada anjing. 

"Ada perbedaan besar dalam diet antara anjing domestik dan anjing liar, serigala, dan dingo terkait," katanya.

Makanan canid liar sebagian besar terdiri dari daging. Tetapi anjing domestik biasanya memakan banyak makanan nabati yang disediakan oleh manusia, dan profil genetik mereka mencerminkan perubahan ini. Gen yang berkorelasi dengan metabolisme untuk dingo secara kontras terbukti lebih mirip dengan serigala. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

25 Feb 2020
25 Feb 2020
25 Feb 2020

Baca Juga

Berita Lainnya