trubus.id
Bagaimana Munculnya Novel Coronavirus di Kapal Pesiar? Simak Penjelasannya

Bagaimana Munculnya Novel Coronavirus di Kapal Pesiar? Simak Penjelasannya

Hernawan Nugroho - Rabu, 12 Feb 2020 20:00 WIB

Trubus.id -- Kapal pesiar Diamond Princess kini sedang dikarantina di wilayah perairan Yokohama, Jepang, menyusul ditemukannya penumpang yang terinfeksi novel coronavirus. Kapal tersebut rencananya akan dikarantina selama 14 hari untuk mencegah virus menyebar luas, terhitung sejak hari Rabu (5/2) hingga Sabtu (25/2).

Novel coronavirus adalah virus yang menyebar dengan cepat. Pada lingkungan tertutup seperti kamar pasien, pesawat, atau kapal pesiar, penularan virus berkode 2019-nCoV ini bahkan bisa menjadi lebih cepat lagi. Lantas, bagaimana kondisi terkini penumpang kapal pesiar Diamond Princess setelah ditemukannya kasus novel coronavirus?

Kapal pesiar Diamond Princess rencananya akan membawa 3.711 penumpang dan kru ke Jepang, sebelum akhirnya dikarantina begitu memasuki perairan negara tersebut. Karantina berawal dari ditemukannya penumpang yang terinfeksi novel coronavirus. Orang pertama yang terkonfirmasi adalah penumpang berusia 80 tahun yang berasal dari Hong Kong. Penumpang tersebut mengalami gejala infeksi novel coronavirus dan menunjukkan hasil positif setelah menjalani pemeriksaan. 

Otoritas kesehatan Jepang lalu memerintahkan tes terhadap sembilan penumpang lain dalam kapal pesiar tersebut yang diduga mengalami gejala infeksi novel coronavirus. Dengan demikian, penumpang yang menjalani tes awalnya berjumlah sepuluh orang.

Akan tetapi, langkah ini dinilai kurang efektif karena otoritas kesehatan Jepang hanya melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang menunjukkan gejala. Penumpang lain yang tidak menunjukkan gejala apa pun tidak menjalani pemeriksaan.

Padahal, ada kemungkinan penumpang lain dalam kapal pesiar tersebut telah terinfeksi novel coronavirus tanpa menunjukkan gejala. Penularan mungkin terjadi tanpa terdeteksi karena novel coronavirus sama seperti virus pada umumnya yang memiliki masa inkubasi.

Baca Lainnya : Klaim Palsu Penyembuhan Virus Banjiri Internet

Masa inkubasi merupakan kurun waktu antara infeksi bibit penyakit hingga munculnya gejala pertama. Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), masa inkubasi novel coronavirus kemungkinan berkisar antara 2-14 hari.

Selama masa inkubasi, penumpang kapal pesiar yang terjangkit novel coronavirus bisa saja menularkan infeksi ke orang lain tanpa menyadarinya. Hal ini sempat disampaikan oleh Menteri Kesehatan Tiongkok beberapa waktu lalu. Ia mengimbau semua pihak agar lebih waspada karena virus ini mungkin menular tanpa gejala.

Tidak lama usai munculnya kasus novel coronavirus di kapal pesiar Diamond Princess, Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato, memberikan pernyataan lebih lanjut. Kato berencana mengerahkan otoritas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh 3.711 orang yang berada di kapal tersebut.

Mengacu data Worldometer, novel coronavirus hingga Selasa (11/2) telah menginfeksi 43.104 orang di 28 negara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.345 pasien berada dalam kondisi serius dan 1.018 lainnya meninggal dunia. Sementara itu, sekitar 4.043 pasien telah dinyatakan pulih. 

Angka infeksi dan kematian akibat novel coronavirus terus meningkat sejak kemunculan pertamanya pada Desember 2019. Kasus novel coronavirus yang kini terjadi di kapal pesiar Diamond Princess pun ikut menambah jumlah orang terinfeksi dari Jepang sebanyak 67 orang dan Hong Kong sebanyak satu orang.

(foto: pixabay)

Guna mencegah penyebaran lebih lanjut, para penumpang yang dikonfirmasi terjangkit novel coronavirus diturunkan di pesisir pantai di Yokohama. Mereka dijemput dengan ambulans dan dibawa ke rumah sakit di Prefektur Kanagawa, Jepang, untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, sisa penumpang lainnya dan kru tetap berada di kapal pesiar untuk menjalani masa karantina selama 14 hari. Selama karantina, pihak kapal menyediakan kebutuhan logistik, layanan telepon, dan internet gratis untuk kemudahan komunikasi. Kendala terbesar yang dihadapi pihak kapal sejauh ini adalah memenuhi kebutuhan obat untuk lebih dari 600 orang di atas kapal. Sebagian besar orang yang memerlukan obat-obatan tersebut adalah lansia.

Hampir setengah dari penumpang kapal pesiar Diamond Princess memang merupakan lansia berumur 70 tahun atau lebih yang rentan terinfeksi novel coronavirus. Bahkan, salah satu lansia di kapal tersebut kini berada dalam kondisi serius, seperti dilansir dari NHK World Japan.

Terkait adanya warga negara Indonesia (WNI) di kapal Diamond Princess, Kementerian Luar Negeri mencatat ada 78 WNI yang turut berlayar di kapal tersebut. Sampai saat ini, seluruh WNI dilaporkan sehat dan tidak ada yang terjangkit novel coronavirus.

Kedutaan Besar RI (KBRI) di Tokyo juga telah bekerja sama dengan otoritas setempat untuk menjalin komunikasi dengan para WNI dan memantau kondisi mereka. Sambil menunggu kabar terbaru, para WNI di kapal pesiar Diamond Princess akan menjalani karantina hingga aman dari novel coronavirus.

Baca Lainnya : Kapan Akan Ada Vaksin Coronavirus? 5 Pertanyaan Terjawab

Novel coronavirus adalah virus yang menular dengan sangat cepat. Data penyebaran sejauh ini menunjukkan bahwa satu pasien dapat menginfeksi 3-4 orang yang sehat. Namun, kondisi kapal pesiar membuat virus ini dapat menyebar dengan lebih cepat. Pada lingkungan tertutup seperti kapal pesiar, penyebaran virus bahkan bisa mencapai puluhan orang karena jarak penularan begitu dekat. Pasien yang menyebarkan virus disebut super-spreader, dan kondisi ini sudah pernah terjadi di salah satu rumah sakit di Wuhan.

Pasien tersebut diperkirakan telah menularkan novel coronavirus ke lebih dari 57 orang. Tanpa pencegahan, jumlah orang yang terjangkit virus mungkin dapat menjadi jauh lebih banyak. Upaya pencegahan seperti mencuci tangan dan membatasi kontak dekat dengan orang lain bisa mencegah hal serupa terjadi di kapal pesiar Diamond Princess.

Sementara bagi Anda yang kini berada di darat, langkah terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah menjaga kebersihan diri agar infeksi tidak menyebar semakin luas. Caranya, cuci tangan Anda secara rutin, gunakan alat pelindung berupa masker, dan hindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala gangguan pernapasan.

Editor : System

Berita Terkait

22 Feb 2020
21 Feb 2020
21 Feb 2020

Baca Juga

Berita Lainnya