trubus.id
Mendes PDTT Utarakan di 2020 Fokus pada Pengembangan Kapasitas Pendamping Desa

Mendes PDTT Utarakan di 2020 Fokus pada Pengembangan Kapasitas Pendamping Desa

Thomas Aquinus - Jumat, 07 Feb 2020 07:00 WIB

Trubus.id -- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan, tahun 2020 pihaknya akan fokus pada capacity building (pengembangan kapasitas) pendamping desa.

Hal tersebut dikemukakannya saat menerima kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola di ruang kerjanya, Rabu (5/2).  
 
“Tahun ini memang kita moratorium pengisian kekurangan (pendamping desa). Saya ingin fokus ke capacity building (pengembangan kapasitas),” ujar Menteri Halim.
 
Menurutnya, pengembangan kapasitas sangat penting untuk memastikan kualitas pendamping desa mumpuni dari berbagai aspek. Menteri Halim berharap pendamping desa mudah beradaptasi dan tanggap terhadap permasalahan-permasalahan baru di desa.

Baca Lainnya : Desa Lemah Duhur Terpilih Sebagai Desa Mitra Pendampingan Polbangtan Bogor
 
“Nanti ada assessment juga untuk pendamping desa. Bisa drop kalau tidak ada peningkatan kapasitas,” ujar Menteri Halim.
 
Terkait hal tersebut, Longki Djanggola menjelaskan bahwa di Sulawesi Tengah memiliki sekitar 1.800 desa dengan jumlah pendamping desa sebanyak 800 orang. Namun dari 800 pendamping desa tersebut, 50 diantaranya mengundurkan diri karena telah miliki profesi dan pekerjaan lain.
 
“50 pendamping desa mengundurkan diri karena ada yang sudah jadi guru, tenaga kontrak, dan lain-lain,” ujar Longki Djanggola.
 
Longki mengakui, banyaknya program pemerintah yang fokus ke desa memiliki dampak signifikan terhadap peningkataan taraf hidup masyarakat desa. Menurutnya, hal tesebut akibat dari diturunkannya anggaran langsung ke desa sehingga berdampak besar pada peningkatan perputaran uang perdesaan.

Baca Lainnya : Industri Furnitur di Surakarta Butuh Pendampingan, Kemenkop dan UKM Siap Fasilitasi
 
“Sekarang perputaran uang ada di desa. Jadi betul-betul masyarakat desa itu hidup. Tinggal bagaimana memanage-nya (mengelola),” ujar Longki.
 
Pertemuan tersebut juga membahas tentang pengembangan kawasan transmigrasi di Sulawesi Tengah. Program transmigrasi di Sulawesi Tengah memiliki kontribusi besar terhadap proses pembangunan daerahnya. 
 
“Peranan transmigrasi begitu besar,” pungkas Loki. 

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020