trubus.id
WNI yang Negatif nCoV Masih Harus Jalani observasi, Ternyata Ini Alasannya?

WNI yang Negatif nCoV Masih Harus Jalani observasi, Ternyata Ini Alasannya?

Astri Sofyanti - Rabu, 05 Feb 2020 19:30 WIB

Trubus.id -- Sebanyak 237 Warga Negara Indonesia (WNI) dan 1 orang WNA dari Cina yang diobservasi dalam keadaan sehat dan tidak ada gejala seperti tertular novel virus corona (2019-nCoV). Namun mereka harus tetap diobservasi, mengapa demikian?

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anung Sugihantono mengatakan, alasan mereka masih diobservasi merupakan protokol kesehatan yang harus dilakukan. Pasalnya mereka dari wilayah terjangkit virus novel corona.

“Ini (observasi WNI dan WNA) merupakan protokol kesehatan. Yang kembali adalah mereka yang ada di dalam kekarantinaan wilayah di Cina. Dan ini berlaku umum, kita mempunyai UU nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,” kata Anung mengutip siaran pers Kementerian Kesehatan, Rabu (5/2).

Menurut Anung, 3 orang WNI yang tidak lolos skrining otoritas Cina dan tidak bisa pulang bukan karena sakit tertular nCoV melainkan belum memenuhi syarat untuk keluar dari wilayah isolasi Cina.

“Karena kalau sampai otoritas Tiongkok mengeluarkan orang yang sebenarnya tidak boleh keluar, mereka akan disanksi bukan hanya dari otoritas Tiongkok tapi sekaligus oleh otoritas dunia,” ucapnya.

Observasi dilakukan selama 1 kali masa inkubasi, yakni 14 hari. Orang yang saat ini diobservasi adalah orang sehat, namun karena mereka dari daerah tempat nCoV menyebar maka mereka tetap harus dilkukan observasi.

“Ini kaidah internasional,” tambah Anung.

Selama observasi ini, WNI dan satu orang WNA dipantau terus dan didorong untuk meningkatkan derajat kesehatan mereka. Diantaranya dengan aktivitas yang sudah disusun seperti olahraga dan makan makanan yang sudah disiapkan, dan tentu dengan suasana yang dibangun dalam konteks kebersamaan.

Editor : System

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020