trubus.id
Paradok Pertanian, Pemerintah Umumkan Luas Sawah Bertambah Meski Produksi Padi Turun

Paradok Pertanian, Pemerintah Umumkan Luas Sawah Bertambah Meski Produksi Padi Turun

Binsar Marulitua - Rabu, 05 Feb 2020 10:00 WIB

Trubus.id -- Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengumumkan hasil verifikasi luas lahan baku sawah. Berdasarkan hasil perhitungan ulang pada 2019 lalu, saat ini pemerintah mencatat terdapat 7.463.948 hektar lahan baku sawah.

Catatan  hasil verifikasi luas lahan baku sawah tersebut naik jika dibandingkan tahun 2018 yang luasnya mencapai 7.105.145 hektare.

"Kita lakukan verifikasi ulang, dibandingkan dengan data 2018, terjadi penambahan seluas 358.000 hektare,” kata Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dalam Rilis Data Luas Lahan Baku Sawah 2019 KSA Padi 2019 dan Softlaunching AWR di Kementerian Pertanian, Selasa (4/2/2020). 

Baca Lainnya : Peneliti Nilai Usulan Importir Bawang Putih Ekspor Bawang Merah Tidak Realistis

Sofyan mengatakan, data terbaru ini diperoleh dari hasil verifikasi ulang data luas lahan baku sawah 2018. Verifikasi dilakukan bersama sejumlah lembaga seperti Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Kementerian Pertanian. 

Pihaknya telah menyepakati definisi lahan baku sawah secara teknis yaitu lahan sawah exiting dinamis yang secara periodik ditanami padi atau diselingi tanaman lain seperti tebu, tembakau dan sebagainya. Sehingga, lahan baku sawah tak harus hanya lahan yang ditanami padi saja.

 

Penambahan lahan seluas 358 ribu hektar tersebut tersebar di Lampung, Sulawesi Selatan, DIY dan Bangka Belitung. Lahan di empat wilayah tersebut sempat tak terdata karena banyak sawah yang belum terhilirisasi sebelumnya.

"Ada lahan sawah yang tak terhitung karena musim hujan, ternyata itu sawah yang muncul kembali saat kemarau.  Dan jumlahnya lebih besar dari yang dialiri air" tambahnya.

Sementara itu beberapa wilayah juga mengalami penurunan jumlah lahan baku sawah pada 2019 jika dibandingkan dengan tahun 2018. Wilayah tersebut adalah Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Aceh, Kalimantan Barat, Jambi dan Riau.

Baca Lainnya : Produksi Stagnan, Peneliti Dorong Pemerintah Terbitkan Peta Jalan Pertembakauan

Meski data luas lahan baku sawah tercatat naik, produksi padi dan beras kompak turun. Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa luas panen padi pada 2019 diperkirakan sebesar 10,68 juta hektare serta produksi padi pada 2019 diperkirakan sebesar 54,60 juta ton.

Luas panen padi pada tahun 2019 mengalami penurunan sebanyak 700,05 ribu hektare atau 6,15 persen dibandingkan tahun 2018. Untuk produksi padi pada tahun 2019 juga mengalami penurunan sebanyak 4,60 juta ton atau 7,76 persen dibandingkan tahun 2018," ujar Suharyanto.

Baca Lainnya : Peneliti Anggap Kebijakan Stabilisasi Beras BUMN Membebani Konsumen, Apa Sebabnya?

Suharyanto mengungkapkan bahwa untuk menentukan luas panen padi tersebut, BPS menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA). KSA memanfaatkan teknologi citra satelit yang berasal dari BIG dan peta lahan baku sawah yang berasal dari Kementerian ATR/BPN untuk mengoptimasi luas panen padi

“Produksi padi 2019 lebih rendah dibanding 2018 karena cuaca,” ucap Kepala BPS Suhariyanto.


 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020