trubus.id
Novel Corona Virus Bisa Menyebar Sebelum Menunjukkan Gejala

Novel Corona Virus Bisa Menyebar Sebelum Menunjukkan Gejala

Astri Sofyanti - Senin, 03 Feb 2020 12:00 WIB

Trubus.id -- Kasus virus corona yang mewabah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China sejak akhir tahun 2019 meningkat cukup pesat dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini mendorong kekhawatiran soal bagaimana virus ini menular dan bagaimana pula virus ini menyebar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sebesar 16 hingga 21 persen orang terjangkit novel corona virus (2019-nCoV) di China. Sementara 2 sampai 3 persen diantaranya meninggal dunia.

2019-nCoV ini bisa menyebar ke orang lain sebelum orang yang terinfeksi menunjukkan gejala. Kasus ini terjadi di Jerman belum lama ini. Dalam sebuah laporan di The New England Journal of Medicine pada (30/1) kemarin, seorang pria berusia 33 tahun mengeluhkan sakit tenggorokan, sakit otot dan demam. Pria tersebut bahkan tidak berpergian ke luar negeri baru-baru ini. Setelah dikonfirmasi, empat hari sebelum menunjukkan gejala, ia bertemu dengan koleganya dari China.

Kolega sang pria itu sama sekali tidak memperlihatkan tanda sakit apapun. Namun selama penerbangan kembali ke China, ia sakit dan setelah diperiksa, ternyata positif terinfeksi virus corona.

Gejala yang muncul saat seseorang terinfeksi virus corona bisa ringan hingga berat. Gejala ringan antara lain influenza, bersin, batuk, pilek hingga demam dengan suhu di atas 38 derajat Celcius. Sementara gejala berat biasanya terjadi pada kelompok berisiko seperti lansia dan yang memiliki penyakit penyerta sebelumnya seperti diabetes, penyakit jantung dan paru kronis.

"Infeksi tampaknya telah ditularkan selama masa inkubasi pasien," catat para penulis laporan seperti mengutip Livescience dari Antaranews, Senin (3/2).

Masa inkubasi sendiri adalah waktu antara ketika seseorang terinfeksi dengan patogen dan ketika mereka menunjukkan gejala.

Hasil investigasi juga menunjukkan, tiga orang di Jerman yang bekerja di Webasto juga dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari ketiga karyawan ini, hanya satu yang memiliki kontak dengan penduduk Shanghai, China tersebut.

"Fakta orang tanpa gejala adalah sumber potensial infeksi 2019-nCoV dapat menjamin penilaian ulang dinamika transmisi wabah saat ini," ungkap para penulis.

Para penulis laporan mencatat, pasien di Munich memiliki kasus ringan dan dirawat di rumah sakit terutama untuk tujuan kesehatan masyarakat. Mereka lalu menyerukan penelitian lebih lanjut tentang apakah kasus-kasus ringan dapat diobati di luar rumah sakit.

Editor : System

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020