trubus.id
Terdampak Mewabahnya Virus Corona, Bali Kintamani Festival Terpaksa Ditunda

Terdampak Mewabahnya Virus Corona, Bali Kintamani Festival Terpaksa Ditunda

Syahroni - Rabu, 29 Jan 2020 07:00 WIB

Trubus.id -- Bali Kintamani Festival, yang awalnya dijadwalkan berlangsung 8 Februari 2020, telah resmi ditunda setelah wabah mematikan virus corona baru di Wuhan, Tiongkok.

Mengutip The jakarta Post, dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (27/1), Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa, mengatakan tanggal baru untuk festival belum ditentukan, tetapi agensi akan mencoba untuk mengadakan acara tahun ini atau setelah kekhawatiran tentang virus sudah tenang.

Pemerintah Tiongkok telah menerapkan langkah-langkah antisipatif yang meliputi membatasi penerbangan dari dan ke negara itu, yang dilaporkan telah memengaruhi kedatangan wisatawan Tiongkok di Bali.

Baca Lainnya : Studi: Ular Kemungkinan Menjadi Sumber Asli Pembawa Virus Corona di China

“Penurunan kunjungan wisatawan pasti akan terjadi mengikuti kebijakan baru dari pemerintah Tiongkok. Namun, ini juga saat yang tepat bagi kami untuk memeriksa situasi kami sendiri, terutama mengenai masalah yang berhubungan dengan pariwisata seperti lingkungan, limbah, kemacetan lalu lintas dan air bersih," kata Astawa. "Sudah saatnya kita melakukan sesuatu tentang [hal-hal ini]."

Dia menambahkan bahwa upaya harus dilakukan untuk melawan berita negatif tentang citra pariwisata Bali.

“Seperti berita tentang sampah; kita perlu melawan bahwa banyak turis, terutama dari Eropa, sangat peduli dengan masalah seperti itu." terangnya.

Astawa juga mendesak orang Bali untuk berdoa agar Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV) dapat dengan cepat ditangani dan para ahli segera mengembangkan pengobatan yang berhasil. "Kita harus tetap sehat untuk memastikan kita tidak tertular virus."

Sambil menunggu wabah di Tiongkok mereda, Astawa menunjukkan bahwa sudah waktunya bagi Bali untuk menargetkan wisatawan dari negara lain.

"Kita tidak boleh melupakan pasar potensial seperti Eropa dan Australia, yang telah memberikan kontribusi besar terhadap jumlah kunjungan wisatawan asing setiap tahun."

Baca Lainnya : Suspek Kasus Corona Capai 5.764 Orang, WHO Keluarkan Tiga Rekomendasi Ini

Sementara itu, Ketua Dewan Pariwisata Bali, IB Agung Partha Adnyana, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa hotel tidak boleh memungut biaya pembatalan agen perjalanan karena ini adalah kasus force majeure.

"Turis yang telah membayar uang muka melalui agen perjalanan harus dapat menggunakan [uang] untuk kunjungan berikutnya," katanya.

Mengenai kekhawatiran tentang penyebaran 2019-nCoV, sekretaris daerah Bali, Dewa Made Indra, mengatakan dalam sebuah pernyataan, yang juga dirilis pada hari Senin, bahwa virus itu belum terdeteksi di Bali. "Jangan sembarangan mengklaim bahwa seseorang terinfeksi karena itu memerlukan [diagnosis medis]."

Pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah pencegahan, seperti menugaskan sejumlah rumah sakit untuk merawat pasien coronavirus, yaitu RSUP Sanglah, Sanjiwani Gianyar dan Rumah Sakit Tabanan. "Kami telah memperketat pengawasan di gerbang masuk seperti bandara dan pelabuhan," kata Dewa. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

25 Feb 2020
25 Feb 2020
25 Feb 2020

Baca Juga

Berita Lainnya