trubus.id
Suspek Kasus Corona Capai 5.764 Orang, WHO Keluarkan Tiga Rekomendasi Ini

Suspek Kasus Corona Capai 5.764 Orang, WHO Keluarkan Tiga Rekomendasi Ini

Astri Sofyanti - Selasa, 28 Jan 2020 16:00 WIB

Trubus.id -- Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan kasus virus corona (2019-nCoV). Berdasarkan pernyataan terbaru Komisi Kesehatan Nasional China, jumlah pasien yang terjangkit virus corona mencapai 2.762 orang, total suspek (adanya kontak dengan orang yang positif) 5.764 orang, 80 orang diantaranya meninggal dunia.

Plt. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan 29 wilayah terjangkit virus corona dari 31 provinsi di China. Sehingga pemerintah China telah menetapkan kebijakan karantina terhadap 15 kota di provinsi Hubei.

Sementara itu, jumlah warga negara Indonesia yang tinggal di daerah karantina dikonfirmasi sebanyak 243 orang mayoritas mahasiswa. Mereka tersebar di berbagai kota seperti Wuhan, Xianning, Xianyang, dan Xi’an.

“Saat ini kondisi WNI (warga negara Indonesia) tersebut dalam keadaan baik, sehat dan tidak ada yang terjangkit nCoV,” kata Teuku Faizasyah di Jakarta.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan rekomendasi untuk seluruh negara, pertama pembatasan keluar masuk wilayah di sekitar Wuhan; kedua mengharuskan pemerintah RRT melakukan skrining ketat kepada warganya melalui pemeriksaan kesehatan untuk memastikan tidak ada yang menderita. Ketiga, seluruh dunia melakukan pemeriksaan ketat terhadap warga RRT.

Sektretaris Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr. Achmad Yurianto mengatakan dari pihak Kemenkes telah menguatkan kembali upaya cegah tangkal, memberdayakan masyarakat di dalam negeri agar tidak ada kepanikan, dan mengimplementasikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap virus nCoV.

“Terkait cegah tangkal, seluruh bandara dan pelabuhan sudah ada SOP penanganan dalam mencegah nCoV. Mekanismenya koordinasi dan kerja sama dengan otoritas bandara, sehingga semua pilot penerbangan dari wilayah terjangkit nCoV ke Indonesia wajib melaporkan kalau ada penumpang yang sakit,” ungkapnya.

Para penumpang juga akan diberi health alert card. Pada kartu itu tercantum imbauan bahwa jika dalam 14 hari terasa gejala influenza maka diimbau periksa ke Fasyankes dan menunjukkan kartu tersebut.

Editor : System

Berita Terkait

27 Mei 2020
27 Mei 2020
27 Mei 2020