trubus.id
Cara Termudah untuk Memulai Diet Puasa adalah Berhenti Makan Sarapan

Cara Termudah untuk Memulai Diet Puasa adalah Berhenti Makan Sarapan

Thomas Aquinus - Selasa, 28 Jan 2020 08:00 WIB

Trubus.id -- Memulai hari tanpa sarapan pagi mungkin bukan ide yang buruk. Bertentangan dengan kepercayaan populer bahwa makan pagi adalah yang paling penting di hari itu, penelitian baru menunjukkan bahwa sengaja melewatkan sarapan dan memperpanjang waktu antara makan terakhir (kemarin) dan makan pertama (hari ini) dapat berdampak positif pada kesehatan.

"Melewatkan sarapan memperpanjang puasa malam harimu dan menekan kesempatan untuk makan berlebihan," kata Carolyn Williams, ahli gizi pemenang penghargaan James Beard, yang menjabat sebagai ahli konsultasi untuk The Men's Health Guide to Intermittent Fasting.

Dan jangan khawatir tentang melambatnya metabolisme karena berpuasa. "Melewatkan makan bahkan sedikit meningkatkan metabolisme Anda," kata Williams.

Baca Lainnya : Seberapa Penting Sarapan dalam Usaha Penurunan Berat Badan?

Berikut adalah lima alasan lain untuk mempertimbangkan melewatkan sarapan besok pagi.

Menekan rasa ngidam

Kamu mungkin berpikir bahwa puasa akan membuatmu merasa lapar dan memicu hasrat tak terpuaskan untuk makanan, terutama karbohidrat. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa tidak selalu demikian. Faktanya, sebuah penelitian dalam jurnal Obesity menemukan bahwa orang yang makan hanya selama 6 jam waktu makan merasa kurang lapar dibandingkan orang dalam kelompok kontrol yang diperbolehkan makan secara normal.

Berat badan menurun

Mengubah waktu makan dapat memicu penurunan berat badan. Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa puasa intermiten dapat membantu mempromosikan penurunan berat badan bahkan jika kamu tidak memotong total kalori harian dari dietmu. Ketika kita memperpendek jendela konsumsi kalori kita dengan melewatkan sarapan, kita meminimalkan pelepasan insulin secara konstan dan memaksa tubuh untuk menemukan bahan bakar alternatif — seperti lemak tubuh — untuk energi, kata Williams.

Baca Lainnya : Idealkah Bubur Ayam untuk Menu Sarapan?

Membantu melawan peradangan

Makanan dapat memicu peradangan di tubuh, dan peradangan kronis yang berkelanjutan mungkin berperan dalam obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Melewatkan sarapan memberikan istirahat yang dibutuhkan tubuh dari serangan makanan yang konstan.

Ketika kamu menahan diri untuk tidak makan di pagi hari, secara otomatis kamu menghindari makanan yang berpotensi radang seperti bacon, karbohidrat olahan yang ditemukan dalam makanan yang dipanggang seperti bagel, muffin, dan kue kering, dan sereal sarapan, sandwich sarapan yang banyak diproses, serta kopi dan buah yang sarat gula, seperti jus.

Tekanan darah berkurang 

Beberapa penelitian pada manusia telah menunjukkan bahwa orang yang berpuasa meningkatkan kesehatan kardiovaskularnya. Dalam sebuah penelitian, para peneliti Jerman menempatkan 1422 orang pada diet puasa intermiten selama setahun dan menemukan bahwa mereka yang berpuasa menurunkan tekanan darah diastolik dan sistolik mereka dan mengurangi detak jantung saat istirahat.

Baca Lainnya : Menyiasati Menu Sarapan Pagi yang Membosankan

Para peneliti percaya penurunan tekanan darah dapat disebabkan oleh peningkatan aktivitas parasimpatis karena faktor neurotropik yang diturunkan dari otak (BDNF), protein yang mengatur tekanan darah.

Tetap fokus

Pendukung puasa mengatakan pergi bekerja tanpa makanan memungkinkan mereka untuk tetap fokus dan melakukan lebih banyak pekerjaan. Para peneliti mengatakan itu mungkin disebabkan oleh campuran hormon, seperti testosteron dan kortisol, dan biokimia lainnya yang dilepaskan ketika tubuh beralih dari makan menjadi berpuasa.

Ketika itu terjadi "tubuh Anda menghasilkan energi dengan membakar lemak, sambil membangkitkannya dengan adrenalin, yang meningkatkan kewaspadaan dan fokus Anda," kata ahli biokimia Trevor Kashey, Ph.D., pendiri Trevor Kashey Nutrition. [Ayu/NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

23 Sep 2020
07 Sep 2020
31 Agu 2020