trubus.id
PPI Tiongkok Tegaskan Tak Ada Mahasiswa Indonesia Terjangkit Virus Corona

PPI Tiongkok Tegaskan Tak Ada Mahasiswa Indonesia Terjangkit Virus Corona

Astri Sofyanti - Senin, 27 Jan 2020 19:00 WIB

Trubus.id -- Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) Cabang Wuhan melalui pernyataan terbarunya menegaskan bahwa tidak ada mahasiswa ataupun mahasiswi Indonesia yang terjangkit virus corona yang mewabah di Kota Wuhan, China sejak 31 Desember 2019 lalu.

"Sehubungan dengan penyebaran Virus Corona misterius di Wuhan, China dan banyaknya informasi yang beredar, kami dari PPIT Wuhan mengabarkan bahwa tidak ada laporan WNI di Kota Wuhan yang terjangkit Virus Corona," demikian pernyataan Ketua PPIT Wuhan Nur Musyafak melalui keterangan tertulisnya baru-baru ini.

Dalam pernyataan tersebut, disebutkan bahwa ada 93 orang mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Kota Wuhan. Nur juga menyebut semua mahasiswa rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus.

Baca Lainnya : Mobilisasi Pekerja China - Indonesia Tinggi, Ombudsman Minta Pemerintah Bentuk Crisis Center Corona

"Hampir seluruh kampus di Wuhan melakukan tindakan pencegahan dengan memberikan masker, sabun cair dan thermometer gratis kepada tiap mahasiswa," ujarnya.

PPIT Wuhan menyatakan, bahwa mereka selalu berkoordinasi dengan KBRI Beijing, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI. Selain itu juga bergabung dengan grup WeChat untuk mempermudah komunikasi dan konsultasi terkait kasus Virus Corona.

"WNI di Wuhan dimonitor oleh KBRI Beijing tiap saat, KBRI meminta untuk tidak panik," ungkap Nur kembali.

Baca Lainnya : Korban Tewas Akibat Virus Corona di China Capai 41 orang

Seperti diketahui sebelumnya, virus Corona diyakini muncul sejak akhir tahun 2019 di sebuah pasar ikan di pusat Kota Wuhan, Tiongkok. Virus Corona saat ini sudah menyebar ke beberapa kota Negeri Tirai Bambu dan ke negara-negara lain termasuk Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Australia, Prancis hingga Kanada.

China menyatakan jumlah korban meninggal akibat wabah virus corona bertambah, hingga Senin (27/1) dilaporkan sebanyak 80 orang meninggal dunia. Kematian terbaru dilaporkan berada di Provinsi Hubei, yakni sebanyak 24 orang. Sementara total kasus yang dikonfirmasi secara nasional naik signifikan menjadi 2.744 jiwa.

Dikutip dari AFP, Komisi Kesehatan Nasional China menyebut jumlah orang yang terinfeksi virus mematikan itu naik menjadi 769, setengah dari mereka ada di Hubei, di mana 461 dari mereka dalam kondisi serius. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020