trubus.id
Mentan dan Menkop UKM Kolaborasi Bangun Koperasi Petani

Mentan dan Menkop UKM Kolaborasi Bangun Koperasi Petani

Astri Sofyanti - Senin, 27 Jan 2020 16:53 WIB

Trubus.id -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki bersinergi membangun koorporasi petani berbasis koperasi petani. Hal tersebut disampaikan Mentan Syahrul ketila melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Mou) dengan Menteri Koperasi dan UKM di sela-sela Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2020 yang diaelenggarakan di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta Selasa, Senin (27/1).

"Hari ini kami telah menandatangani MoU dengan Kementan dalam hal pengelolaan organisasi tani. Kerjasama ini dilakukan mengingat rata-rata pertanian di Indonesia itu dikelola secara perorangan dan dengan lahan yang sempit. Hal ini menjadi tidak efisien. Oleh karena itu kami mengembangkan model konsolidasi lahan, konsolidasi petani yang berhimpun dalam satu koperasi untuk menanam komoditi tertentu dalam skala bisnis. Uang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia," kata Teten ketika menghadiri Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2020 di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (27/1).

Baca Lainnya : Kunjungi Koperasi Pertanian Terbesar di Italia, Mentan Syahrul Ingin Koperasi Pertanian Indonesia Tembus Pasar Global

Oleh karena itu, Teten meyakini bahwa pilot projek ini bisa mendorong korporasi petani berbasis koperasi. Menurutnya, sistem koperasi bisa menjaga setiap anggotanya untuk mendapatkan keuntungan yang sama. Selain itu, lanjut Teten, koperasi menjadi instrumen yang paling mungkin mengkonsolidasikan lahan-lahan yang kecil-kecil menjadi berskala besar. Dengan mengonsolidasikan pembiayaan, dan melakukan kemitraan dengan usaha besar, sehingga bisa mengakses pasar yang lebih besar lagi.

Dirinya menegaskan bahwa kerjasama antarkementerian sangat diperlukan agar terciptanya sistem resources pertanian, mulai dari subsidi pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), pembangunan insftastrukrur pertanian hingga manajemen rantai pasok yang terintegrasi . Dengan begitu menurutnya, masalah-masalah yang ada di sektor pertanian, bisa dengan mudah teratasi.

"Konsolidasi lahan-lahan sempit harus segera dilakukan, dengan begitu percepatan agenda korporatisasi petani berbasis koperasi bisa segera dilakukan. Pak Presiden, meminta kami berdua (Mentan dan Menkop UKM, Red) membuat model bisnis dalam beberapa komoditi dan kemudian untuk dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia," tutupnya. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

04 Juni 2020
03 Juni 2020
03 Juni 2020