trubus.id
Inilah Bagaimana Rawan Pangan Menyebabkan Kematian Dini

Inilah Bagaimana Rawan Pangan Menyebabkan Kematian Dini

Syahroni - Sabtu, 25 Jan 2020 09:00 WIB

Trubus.id -- Di rumah, berkali-kali kita membuang kelebihan makanan tanpa menyadari fakta bahwa ada ribuan orang mati kelaparan di dunia luar. Menurut sebuah studi terbaru, telah ditemukan bahwa orang-orang dengan akses yang tidak memadai ke makanan, karena kendala keuangan adalah 10 hingga 37 persen lebih mungkin meninggal sebelum waktunya dari sebab apa pun selain kanker, dibandingkan dengan orang yang cukup makanan.

Diterbitkan dalam jurnal CMAJ, studi ini melihat data dari Canadian Community Health Survey 2005-2017 pada lebih dari setengah juta orang dewasa di Kanada. Untuk penelitian ini, mereka mengategorikan orang-orang sebagai aman stok pangan, atau sedikit, tidak aman pangan atau cukup. Di antara orang dewasa yang meninggal sebelum waktunya, mereka yang mengalami kerawanan pangan parah meninggal pada usia sembilan tahun lebih awal dari rekan-rekan mereka yang aman stok makanan, ungkap penelitian.

Ironi adalah, pada akhir periode penelitian, 25.460 orang telah meninggal sebelum waktunya, dengan orang-orang yang sangat tidak aman dalam hal stok makanan meninggal sembilan tahun lebih muda dari rekan-rekan mereka yang aman stok makanan (berusia 59,5 tahun berbanding 68,9 tahun). Juga, telah disoroti bahwa penelitian sebelumnya telah meneliti hubungan antara makanan yang tidak memadai dan kematian, meskipun tidak ada yang melihat penyebab kematian.

Orang dewasa yang sangat tidak aman makanan lebih mungkin meninggal sebelum waktunya daripada rekan-rekan mereka yang aman makanan untuk semua penyebab kecuali kanker, penelitian mengungkapkan.

Kematian dini oleh penyakit infeksi-parasit, cedera yang tidak disengaja dan bunuh diri lebih dari dua kali lipat kemungkinannya bagi mereka yang mengalami kerawanan pangan parah atau tidak ada kerawanan pangan, tambahnya.

Selama penelitian, terungkap pula bahwa korelasi yang signifikan dari semua tingkat kerawanan pangan dengan kematian yang berpotensi dihindari menyiratkan bahwa orang dewasa yang rawan pangan kurang mendapat manfaat dari upaya kesehatan masyarakat untuk mencegah dan mengobati penyakit dan cedera daripada rekan-rekan mereka yang aman-makanan. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020