trubus.id
Satu Warga China Karyawan Huawei Indonesia Diduga Terinfeksi Virus Corona

Satu Warga China Karyawan Huawei Indonesia Diduga Terinfeksi Virus Corona

Astri Sofyanti - Jumat, 24 Jan 2020 12:00 WIB

Trubus.id -- Salah satu warga China yang merupakan karyawan Huawei Indonesia diduga terinfeksi virus corona. Hal tersebut dibenarkan Corporate Secretary Bank BRI, Hari Purnomo. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul salah satu warga negara asing dari Cina yang bekerja di Huawei Indonesia dan diduga terinfeksi Virus Corona. Diakuinya, Bank BRI Pusat selaku pemilik gedung telah berkoordinasi dengan Huawei Indonesia dan pihak terkait untuk melakukan investigasi terhadap dugaan salah seorang karyawan Huawei Indonesia yang terinfeksi virus corona.

“Pekerja Huawei yang demam telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis serta diagnosa kebenaran terkena virus corona,” kata Hari lewat keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat (24/1).

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa saat ini BRI telah melakukan pengendalian risiko keselamatan bagi para pekerja BRI dengan memberikan masker bagi seluruh pekerja Kantor Pusat Bank BRI.

Baca Lainnya : Korban Meninggal Akibat Terinfeksi Virus Corona Bertambah Jadi 25 Orang

"Kami telah berkoordinasi dengan Huawei dan pihak terkait untuk melakukan investigasi terkait kebenaran informasi tersebut," tambah Hari.

Menurutnya, pekerja Huawei yang demam telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Selain itu, rumah sakit pun masih mencari diagnosa kebenaran terkait terjangkit virus Corona.

Sebagaimana diketahui, virus corona pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan, China pada 31 Desember 2019. Virus ini diduga berasal dari satwa liar yang diperdagangkan secara ilegal di sebuah pasar hewan di pusat kota Wuhan. Virus ini disebut menyerang sistem pernafasan manusia dan bisa mengakibatkan kematian. Hingga Jumat (24/1), Pemerintah China melalui Komisi Nasional Kesehatan mengumumkan, 25 orang meninggal dan 800 orang terinfeksi virus corona. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020