trubus.id
China Persempit Akses ke Kota Wuhan, Cegah Penyebaran Virus Corona Lebih Luas

China Persempit Akses ke Kota Wuhan, Cegah Penyebaran Virus Corona Lebih Luas

Astri Sofyanti - Kamis, 23 Jan 2020 12:00 WIB

Trubus.id -- Badan Kesehatan Dunia (WHO) megapresiasi langkah jitu Kota Wuhan, China dengan menutup akses transportasi guna mencegah penyebaran virus corona lebih luas lagi. Hal ini dilakukan China untuk menurunkan risiko menyebarnya wabah virus corona baik di dalam dan luar negeri.

Wakil direktur Komisi Kesehatan Nasional Li Bin mendesak warga di Kota Wuhan untuk menghindari keramaian publik. Pasalnya wabah virus corona sudah menginfeksi lebih dari 557 orang dan mengakibatkan 17 orang meninggal dunia.

Pihak berwenang di Wuhan menangguhkan semua perjalanan bus dan kereta bawah tanah serta mengatakan tak ada warga yang boleh meninggalkan kota tanpa alasan kuat. Wuhan merupakan kota pusat transpotasi berpenduduk 11 juta jiwa.

"Apa yang mereka lakukan adalah sebuah langkah yang sangat, sangat kuat berdasarkan komitmen penuh. Jadi berdasarkan situasi, mereka mengambil langkah yang dianggap perlu, ini sangat penting," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Ahanom Ghebreyesus kepada Reuters, Kamis (23/1).

Para pejabat WHO mengatakan mereka belum melihat ada generasi ketiga atau keempat penularan virus di China atau penyebaran tingkat kedua di negara-negara tempat virus itu sudah menyebar. Seperti diketahui, virus ini telah menyebar dari Wuhan ke berbagai provinsi di China dan negara di Asia lainnya seperti Jepang, Korea Selatan Thailand bahkan Amerika Serikat.

"Kami menekankan kepada mereka bahwa, dengan mengambil langkah kuat, mereka tidak hanya akan mengendalikan wabah di negara mereka sendiri tapi juga meminimalisasi peluang wabah ini menyebar secara internasional. Jadi mereka mengakui keadaan itu," sambung Tedros.

“Pada dasarnya, jangan pergi ke Wuhan. Dan bagi mereka yang berada di Wuhan, tolong jangan meninggalkan kota itu,” tegas Wakil direktur Komisi Kesehatan Nasional, Li Bin, lewat pernyataanya.

Virus yang dikenal juga sebagai 2019-nCoV itu dipahami adalah galur baru coronavirus yang sebelumnya belum diidentifikasi pada manusia. Gejala-gejala infeksi virus termasuk gangguan pernapasan, demam, batuk, sesak nafas dan kesulitan bernafas.

Wakil menteri Li mengatakan adanya bukti bahwa penyakit itu “sebagian besar ditularkan melalui saluran pernapasan”.

Namun, pihak China masih belum bisa mengkonfirmasi sumber pasti virus itu.

“Meskipun jalur penularan virus belum sepenuhnya dipahami, ada kemungkinan terjadinya mutasi virus dan risiko penyebaran epidemi lebih lanjut,” kata Li.

Ia menambahkan bahwa ada 2.197 orang yang diketahui telah melakukan kontak dengan pasien yang terinfeksi.

Editor : System

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020