trubus.id
PDPI Sebut Belum Ada Vaksin Pneumonia Penangkal Virus Corona  di Kota Wuhan, China

PDPI Sebut Belum Ada Vaksin Pneumonia Penangkal Virus Corona di Kota Wuhan, China

Astri Sofyanti - Rabu, 22 Jan 2020 16:00 WIB

Trubus.id -- Sejak awal akhir Desember 2019, masyarakat China digemparkan dengan wabah pneumonia misterius yang terjad di Kota Wuhan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 139 kasus baru yang dikonfirmasi di laboratorium. Bahkan wabah tersebut mengakibatkan tiga warga China meninggal dunia.

Pneumonia merupakan infeksi atau peradangan paru-paru akut yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru.

Menyikapi kasus yang tak hanya menggemparkan masyarakat China tapi juga negara Asia lainnya termasuk Indonesia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyebut ada beberapa vaksin pneumonia yang ditujukan untuk mencegah pneumonia, namun tidak bisa mencegah pneumonia yang tengah menjadi kejadian luar biasa (KLB) di Kota Wuhan, China. Beberapa vaksin tersebut adalah:

1. Vaksin Pneumokokus (PCV: Pneumococcal Conjugate Vaccine)

Vaksin PCV13 (merek dagang Prevnar®) memberikan kekebalan terhadap 13 strain bakteri Streptococcus pneumoniae, yang paling sering menyebabkan penyakit pneumokokus pada manusia. Masa perlindungan sekitar 3 tahun. Vaksin PCV13 utamanya ditujukan kepada bayi dan anak di bawah usia 2 tahun.

2. Vaksin Pneumokokus PPSV23

Vaksin PPSV23 (nama dagang Pneumovax 23®) memberikan proteksi terhadap 23 strain bakteri pneumokokus. Vaksin PPSV23 ditujukan kepada kelompok umur yang lebih dewasa. Mereka adalah orang dewasa usia 65 tahun ke atas, atau usia 2 hingga 64 tahun dengan kondisi khusus.

3. Vaksin Hib

Di negara berkembang, bakteri Haemophilus influenzae type B (Hib) merupakan penyebab pneumonia dan radang otak (meningitis) yang utama. Di Indonesia vaksinasi Hib telah masuk dalam program nasional imunisasi untuk bayi.  

Terkait pencegahan pneumonia yang tengah mewabah di Kota Wuhan, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengungkapkan bahwa belum ada vaksin untuk mencegah kasus ini karena pneumonia saat ini disebabkan oleh coronavirus jenis baru.

“Sebenarnya ini harus disampaikan bahwa vaksin yang ada adalah vaksin yang belum bisa memproteksi terhadap kuman yang saat ini berasal dari Wuhan karena vaksin yang beredar hanya memproteksi kuman tertentu, tidak jenis lain," demikian dikatakan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Agus Dwi Susanto di Jakarta, Rabu (22/1).

Menyikapi hal ini, PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) menyarankan beberapa hal, antara lain:

1. Masyarakat diimbau tidak panik.  

2. Masyarakat harus waspada jika mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat.

3. Health Advice

  • Melakukan kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata; serta setelah memegang instalasi publik.
  • Mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan alkohol 70 – 80 persen handrub.
  • Menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk.
  • Ketika meiliki gejala saluran napas, gunakan masker dan berobat ke fasilitas layanan kesehatan.

4. Travel advice

  • Hindari menyentuh hewan atau burung.
  • Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan atau pasar hewan hidup.
  • Hindari kontak dekat dengan pasien yang memiliki gejala infeksi saluran napas.
  • Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan.
  • Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan.
  • Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020