trubus.id
Teknologi Modifikasi Cuaca Mampu Kurangi Curah Hujan 44 Persen

Teknologi Modifikasi Cuaca Mampu Kurangi Curah Hujan 44 Persen

Binsar Marulitua - Selasa, 21 Jan 2020 10:30 WIB

Trubus.id -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus bersinergi dengan BNPB, TNI AU, dan BMKG dalam melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mencegah banjir di wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek). TMC yang telah dilakukan sejak 3 Januari 2020 mampu mengurangi hujan mencapai 44 persen.

Kepala Balai Besar TMC-BPPT, Tri Handoko Seto mengatakan, Operasi Modifikasi Cuaca masih terus dilaksanakan menyusul prakiraan cuaca yang dirilis oleh BMKG  memprediksi cuaca ekstrem masih terjadi hingga 25 januari 2020

“Selain prakiraan yang dirilis BMKG, tim TMC-BPPT juga memprediksi bahkan cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga 25 Januari," ujar Seto, Senin (20/1/2020) kemarin.

Baca Lainnya : Bentuk Satgas Gabungan, BNPB Segera Tindak Pertambangan Sebabkan Longsor Sukajaya Bogor

Seto menjelaskan, secara teknis tim TMC lebih intensif memonitor pertumbuhan dan pergerakan awan-awan yang diperkirakan akan bergerak menuju wilayah Jabodetabek. Pemantauan tersebut dilakukan sejak dinihari hingga setelah matahari terbenam.

"Awan-awan tersebut jauh-jauh akan segera disemai, biasanya awan-awan tersebut masih berada di Laut Jawa, Selat Sunda dan wilayah Ujung Kulon agar segera turun hujan sebelum memasuki wilayah Jabodetabek,” katanya.

Pada operasi pencegahan banjir, ia menjelaskan, tim TMC dalam sehari harus melaksanakan penerbangan penyemaian awan empat hingga lima kali. Itu berbeda dengan operasi TMC kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lalu yang mengoperasikan rata-rata dua kali penerbangan penyemaian awan perhari.

“Tentunya pada situasi yang memungkinkan dengan tetap berpegang pada keamanan yang utama,” ujar Seto.

Faisal selaku Koordinator Lapangan BBTMC untuk Operasi  Pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Mengurangi Dampak Bencana Banjir di Wilayah Jabodetabek Tahun 2020, menjelaskan bahwa pada hari  Senin (20/01/2019) kemarin,  dua jenis pesawat yang dipinjamkan TNI AU yakni Cassa-212 A-2105 dan CN-295 A-2901 telah melakukan tiga sorti penerbangan, melakukan operasi penyemaian garam.

"Cassa sudah dua kali terbang, dan CN satu kali," ujar Faisal.

 Kedua jenis pesawat ini akan menuju ke arah Barat Laut- Timur Laut  dan Barat Daya - Barat Laut  Jabodetabek untuk melakukan penyemaian garam terhadap potensi awan hujan yang ada, agar jatuh di wilayah tersebut sebelum mencapai Jakarta dan sekitarnya.

Baca Lainnya : Pemberian HGU Tanpa Kontrol Penyebab Longsor di Sukajaya Bogor

"Cassa, terbang dua sorti ke area Barat Laut-Timur Laut. Lalu CN, satu sorti menuju area Barat Daya-Barat Laut," katanya.

Ia juga menerangkan bahwa, untuk Sorti 1 dan 3 pada operasi ini menggunakan pesawat Cassa 212, menuju area Barat Laut- Timur Laut Jabodetabek untuk menyemaikan 800 kg garam pada tiap penerbangan.

Sementara  pesawat CN-295 pada sorti kedua menyemaikan 2.400 kg garam atau Natrium Klorida (NaCl) ke area dan Barat Daya - Barat Laut Jabodetabek.

 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

01 April 2020
01 April 2020
01 April 2020

Berita Lainnya