trubus.id
Awas, Kelelahan Akibat Bekerja Bisa Ganggu Detak Jantung

Awas, Kelelahan Akibat Bekerja Bisa Ganggu Detak Jantung

Hernawan Nugroho - Senin, 20 Jan 2020 17:00 WIB

Trubus.id -- Salah satu masalah yang cukup sering dihadapi oleh pekerja kantoran adalah kelelahan bekerja atau burnout syndrome. Selain menurunkan performa kerja, burnout syndrome ternyata juga memengaruhi kesehatan, terutama detak jantung Anda. 

Mengapa kondisi ini bisa terjadi?

Burnout syndrome ternyata bisa memengaruhi irama detak jantung. Pada tahun 2019, WHO menjelaskan bahwa burnout syndrome tidak masuk dalam kategori kondisi medis, melainkan termasuk fenomena dalam dunia pekerjaan.  Burnout syndrome adalah kondisi stres kronis yang disebabkan oleh pekerjaan yang ditandai dengan rasa lelah, baik secara fisik maupun emosional. 

Umumnya, rasa lelah tersebut berasal dari ketidakpuasan terhadap diri sendiri yang tidak mampu memenuhi ekspektasi.  Apabila hal ini terus dibiarkan, tentu akan berdampak pada performa kerja dan kehilangan motivasi ketika bekerja. Burnout syndrome tentu berdampak cukup besar terhadap kesehatan mental seseorang, seperti depresi dan stres. 

Baca Lainnya : Studi: Stres Kerja Penyebab Meningkatnya Kematian Dini pada Laki-laki

Kondisi ini juga memengaruhi tubuh Anda dan lebih rentan terhadap penyakit, seperti flu dan demam. Bahkan, burnout syndrome disebut-sebut dapat memengaruhi irama detak jantung menjadi tidak normal.  Menurut penelitian dari European Journal of Preventive Cardiology, rasa lelah dari burnout syndrome dapat menyebabkan gangguan pada detak jantung Anda. 

Di dalam penelitian tersebut lebih dari 11.000 peserta yang mengikuti survei untuk mengetahui hubungan rasa lelah, amarah, penggunaan obat antidepresan, dan lingkungan sosialnya. Penelitian ini berlangsung selama hampir 25 tahun sambil meneliti irama jantung mereka. 

Hasilnya, peserta yang memiliki tingkat kelelahan tertinggi mempunyai risiko 20% lebih tinggi menderita atrial fibrilasi dibandingkan peserta yang memiliki risiko rendah.  Atrial fibrilasi merupakan suatu kondisi ketika denyut jantung tidak beraturan dan lebih cepat. Masalah jantung ini dapat berujung pada penyakit stroke, gagal jantung, dan komplikasi jantung lainnya.

(foto: healthline)

Para peneliti berpendapat hal ini terjadi ketika rasa lelah berhubungan dengan peningkatan respons stres fisiologis tubuh.  Akibatnya, kondisi tersebut bisa memiliki efek serius yang dapat merusak jaringan jantung dan menyebabkan gangguan pada aritmia.

Selain itu, tidak ditemukan hubungan antara penggunaan obat antidepresan, rasa marah, dan lingkungan sosial yang buruk terhadap irama jantung. Walaupun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut faktor apa yang membuat burnout syndrome dapat memengaruhi irama detak jantung menjadi tidak normal. 

Burnout juga dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya

Setelah mengetahui bahwa burnout ternyata dapat memengaruhi irama detak jantung menjadi tidak normal, kondisi ini juga bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti:

  • insomnia
  • sulit mengontrol emosi
  • kecanduan alkohol dan penyalahgunaan obat tertentu
  • penyakit jantung
  • diabetes tipe 2
  • tekanan darah tinggi
  • rentan terhadap penyakit

Tips mengatasi burnout agar tidak mengganggu kesehatan 

Baca Lainnya : Bekerja di Akhir Pekan Berisiko Depresi dan Stres

Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, ada beberapa hal yang bisa dicoba untuk mengatasi burnout syndromeagar tidak mengganggu kesehatan tubuh, yaitu:

  • Mulai mengevaluasi prioritas dan cara bekerja
  • Meminta bantuan kepada orang lain, seperti atasan atau ahli psikolog
  • Mencoba berbagai aktivitas yang menenangkan, seperti yoga atau meditasi
  • Rutin berolahraga agar perhatiannya tidak terfokus pada pekerjaan
  • Tidur yang cukup
  • Melatih teknik pernapasan untuk melatih keterbukaan dan kesabaran

Burnout syndrome yang tidak diatasi dengan baik, tentu akan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, terutama untuk detak jantung Anda. Oleh karena itu, ketika Anda sudah mulai merasa stres dengan pekerjaan dan memengaruhi kinerja, sebaiknya konsultasikan hal ini dengan ahlinya.

Editor : System

Berita Terkait

27 Feb 2020
27 Feb 2020
27 Feb 2020

Baca Juga

Berita Lainnya