trubus.id
Tidak Ada Stop Kontaknya, dari Mana Sengatan Listrik yang Dihasilkan Hewan?

Tidak Ada Stop Kontaknya, dari Mana Sengatan Listrik yang Dihasilkan Hewan?

Hernawan Nugroho - Minggu, 19 Jan 2020 08:00 WIB

Trubus.id -- Setiap hewan punya caranya masing-masing untuk melindungi dirinya dan mencari mangsa. Nah, ada beberapa hewan yang punya cara unik dalam mencari mangsa, yaitu dengan mengalirkan sengatan listrik yang melumpuhkan mangsanya.

Salah satu hewan yang mendapatkan mangsa dengan cara ini adalah belut listrik, tapi ada juga beberapa hewan air lain yang juga menghasilkan listrik.

Bahkan sengatan listrik yang dihasilkan oleh belut listrik ini bisa melumpuhkan manusia dewasa, hingga kuda.

Karena bisa melumpuhkan hewan berukuran kecil, manusia, hingga hewan besar seperti kuda, ini artinya kekuatan listrik yang dihasilkan oleh belut listrik termasuk besar.

Namun tidak semua hewan yang menghasilkan listrik akan mengalirkan listrik bertegangan tinggi.

Baca Lainnya : Spesies Belut Listrik yang Baru Ditemukan Peneliti, Hasilkan Setruman Paling Kuat

Ada juga yang mengalirkan listrik yang kekuatannya lemah, seperti ikan elephant nose yang sengatan listriknya tidak cukup untuk menyengat hewan lain. Listrik yang dihasilkannya hanya digunakan untuk berkomunikasi dan mengetahui lingkungannya saja.

Bagaimana dengan hewan-hewan yang bisa mengeluarkan sengatan listrik, ya? Dari mana listrik yang mereka keluarkan? Ternyata, hewan yang bisa menghasilkan sengatan listrik ini punya organ listrik khusus yang terbuat dari elektrosit.

Organ listrik yang ada di tubuh hewan ini berguna untuk menciptakan arus listrik pada tubuhnya yang kemudian dikeluarkan dalam bentuk sengatan listrik. Biasanya, pada hewan yang menghasilkan listrik, organ ini akan menempati dua per tiga bagian tubuh mereka dan dibagi menjadi tiga bagian atau tiga organ.

Organ ini terdiri dari organ utama dan organ Hunter yang menghasilkan listrik tegangan tinggi, dan organ Sach yang menghasilkan listrik bertegangan rendah.

Nah, organ-organ inilah yang nantinya akan menghasilkan listrik dengan arus yang berbeda.

Elektrosit Mengubah Ion Menjadi Arus Listrik Untuk bisa menghasilkan listrik, tiga organ ini mendapatkan arus listrik dari sel-sel bernama elektrosit.

Nah, agar tercipta listrik yang bisa dikeluarkan oleh hewan-hewan ini, elektrosit akan mengubah ion menjadi listrik yang kekuatannya beragam. Ion adalah atom dengan kekuatan listriknya yang muatannya berlawanan, yaitu ion positif dan ion negatif.

Elektrosit punya dua sisi, yang membuat ion natrium dan kalium bisa mengalir keluar dan masuk dari sel. Sel elektrosit ini akan aktif menghasilkan listrik ketika hewan mengirimkan sinyal melalui otak yang kemudian disampaikan ke sel-sel tadi.

Ketika sel-sel saraf meneriman sinyal untuk mengaktifkan sengatan listrik, maka saluran ion akan memompa natrium dan kalium ke dalam elektrosit, sedangkan ion positif dipompa keluar sel.

Akibatnya, bagian depan tubuh hewan akan mengantarkan ion negatif, sedangkan bagian belakangnya mengeluarkan ion positif. Hal inilah yang kemudian menyebabkan adanya arus listrik yang dikeluarkan oleh hewan-hewan penghasil sengatan listrik.

Dengan listrik yang dikeluarkan oleh hewan-hewan ini, mereka bisa menyengat hewan lain yang menjadi mangsanya. Selain untuk mencari mangsa, tujuan dari sengatan listrik ini adalah untuk mengetahui keadaan lingkungan sekitar mereka.

Baca Lainnya : Belut Gulper, Makhluk Misterius Penghuni Laut Dalam

Contohnya adalah belut listrik yang sangat sensitif terhadap gerakan. Saat mereka mengeluarkan listriknya, maka benda yang ada di sekitar akan bergerak dan memberikan informasi kepada belut.

Listrik yang dikeluarkan oleh hewan-hewan ini bisa menyengat hewan lain yang ada di sekitarnya. Namun uniknya, sengatan listrik ini tidak membuat hewan yang mengeluarkan sengatan tadi ikut tersetrum. Hal ini disebabkan oleh adanya jaringan adiposa dan jaringan ikat yang melapisi organ listrik yang mereka miliki. Akibat adanya dua jaringan ini, maka ikan akan terlindung dari listrik yang dikeluarkannya sendiri.

Editor : System

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020