trubus.id
Letusan Gunung Taal Filipina Sebabkan Retakan Permukaan Tanah di Permukiman Warga

Letusan Gunung Taal Filipina Sebabkan Retakan Permukaan Tanah di Permukiman Warga

Astri Sofyanti - Jumat, 17 Jan 2020 15:00 WIB

Trubus.id -- Gunung berapi Taal yang berada di Selatan Manila, Filipina meletus pada Minggu (12/1). Letusan tersebut memicu ratusan ali gempa mengguncang Filipina. Melansir The New York Times, gunung berapi paling aktif kedua di Filipina itu mengirimkan gumpalan abu setengah mil ke udara dan mengguncang desa-desa kota Agoncillo di Provinsi Batangas. Gemuruh ledakan gunung Taal dan kilatan petir yang berkelebat di atasnya membuat ribuan penduduk Provinsi tersebut cemas. Otoritas Filipina telah memberikan peringatan soal kemungkinan terjadinya tsunami vulkanik.

Letusan tersebut bahkan mengakibatkan retakan permukaan tanah di permukiman warga. Hal ini terjadi lantaran letusan Gunung Taal, memicu ratusan kali gempa. Otiritas setempat telah mengeluarkan perintah evakuasi terhadap warga yang rumahnya terdampak retakan tanah. Pasalnya retakan tanah tersebut terjadi di beberapa kota yang dekat dengan Gunung Taal.

Kepala Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, Renato Solidum mengkhawatirkan bahwa retakan tersebut bisa jadi pertanda lahar akan keluar dari bawah tanah. Meski aktivitas gunung terpantau melemah pada Kamis (16/1), Renato mengatakan bahwa Gunung Taal masih menyimpan ancaman berbahaya yakni letusan eksplosif.

Dirinya menyebutkan, tiga kota lokasinya berdekatan dengan Gunung Taal sampai saat ini masih berada dalam pengawasan ketat pihak keolisian. Selain itu, polisi juga terus mencegah warga yang akan kembali ke rumahnya. Pasalnya banyak warga yang tak mau meninggalkan rumahnya meski gumpalan asap hitam dan lontaran bebatuan panas masih terus berlangsung.

Tercatat saat ini lebih dari 44.000 warga mengungsi di pusat-pusat evakuasi. Namun ada ribuan warga yang menolak meninggalkan rumah mereka.

"Letusan eksplosif berbahaya mungkin terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari," demikian pernyataan Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, dikutip Bloomberg dari Inews, Jumat.

Perlu diketahui, aktivitas seismik yang intensif menandakan intrusi magmatik terus menerus dari bawah permukiman yang dapat menyebabkan aktivitas erupsi lebih lanjut.

Editor : System

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020