trubus.id
BPPT Dorong  Perkuat Deteksi Dini Tsunami Menggunakan SMART Cable

BPPT Dorong Perkuat Deteksi Dini Tsunami Menggunakan SMART Cable

Binsar Marulitua - Selasa, 14 Jan 2020 10:00 WIB

Trubus.id -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengadakan Workshop Strengthening Tsunami Warning Operations Through SMART Cable Technologi di  Jakarta (13/01/2019). Workshop tersebut diadakan untuk mendukung kegiatan ITU/WMO/UNESCO IOC Joint Task Force for SMART Cable untuk sistem peringatan dini tsunami di Indonesia (Ina-TEWS Jakarta)

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, tahun 2018 menandai tahun yang bersejarah karena ada dua bencana yang terjadi di Indonesia dan dipicu oleh hal yang tidak biasa. Kedua bencana tersebut adalah tsunami yang terjadi di Palu dan Selat Sunda.

Hammam menyebutkan bahwa, ada dua fakta dari peristiwa yang membuat pemerintah Indonesia menyadari pentingnya penerapan inovasi dan teknologi mutakhir dalam mengantisipasi bencana seperti ini.

"Pertama pentingnya Indonesia memiliki sistem peringatan dini tsunami yang andal. Kedua, Indonesia tidak hanya terancam oleh bencana yang berbasis tektonik namun juga non-tektonik," jelas Hammam.

Sebagai lembaga pemerintah yang berfokus di bidang kaji-terap teknologi, BPPT lanjut Hammam turut ambil bagian dalam seminar yang dihelat guna membahas rencana pemanfaatan SMART Cable tersebut.

Rencananya teknologi ini akan memperkuat sistem deteksi peringatan dini tsunami, karakterisasi sumber tsunami serta prakiraan gelombang tsunami di wilayah Indonesia.

Hammam pun mengaku bangga bahwa para penggagas dari Amerika Serikat terkait ide itu kini bisa hadir menjadi narasumber pada acara kali ini terkait penguatan operasi peringatan dini tsunami ini.

"Saya bangga melihat beberapa penggagas ide itu kini hadir bersama kita," ungkap Hammam.

Hammam berharap, Smart Cable Technology yang dikembangkan ini mampu bertahan lama serta proses pemeliharaannya pun tidak sulit dan terlindung dari guncangan yang biasa terjadi pada permukaan laut.

"BPPT menyadari untuk mengembangkan sistem seperti itu, membutuhkan konsistensi dan komitmen berkelanjutan dari pemerintah dan mungkin memerlukan waktu 10 hingga 20 tahun," ungkapnya.

Sementara, Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly menyampaikan, acara ini untuk membahas rencana pemanfaatan SMART Cable guna memperkuat sistem deteksi dan peringatan dini tsunami, karakterisasi sumber tsunami dan prakiraan gelombang tsunami, di Indonesia.

"Bencana tsunami sangat mematikan, kedatangannya mendadak dan tidak terduga. Dampak korban maupun kerugian langsung sangat besar, Oleh karenanya," jelas Sadly. 

Sadly menjelaskan, peringatan dini tsunami harus dapat didiseminasikan dalam hitungan menit setelah penyebab tsunami terdeteksi.
Mengacu pada statistik dalam 20 tahun terakhir menunjukkan, tsunami pada umumnya disebabkan oleh gempa bumi.

"Tetapi terkadang disebabkan pula oleh letusan gunung berapi dan longsoran seperti yang terjadi di Palu dan Selat Sunda tahun 2018 yang lalu," ungkapnya.

Ia menerangkan agar deteksi dapat dilakukan se-dini mungkin, Sadly mengatakan agar jejaring sensor diletakkan sedekat mungkin dengan lokasi zona subduksi aktif. 

Sistem tersebut harus memiliki cakupan yang luas di seluruh kepulauan, agar dapat menditkeksi sumber tsunami yang dekat maupun jauh, baik yang disebabkan oleh gempa bumi, maupun non-gempabumi, baik lokal maupun regional.

"Karenanya guna mengembangkan sistem seperti itu dibutuhkan komitmen yang berkelanjutan dari pemerintah,"tutup Sadly. 

Editor : Binsar Marulitua

Berita Terkait

03 Juli 2020
02 Juli 2020
01 Juli 2020