trubus.id
Kemendes PDTT Dorong Digitalisasi Desa di Perbatasan

Kemendes PDTT Dorong Digitalisasi Desa di Perbatasan

Thomas Aquinus - Senin, 13 Jan 2020 18:00 WIB

Trubus.id -- Desa-desa yang berdekatan dengan perbatasan negara tetangga masih memiliki sejumlah permasalahan. Salah satunya masalah jaringan telekomunikasi yang terjadi di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dalam lawatannya ke Desa Temajuk yang berbatasan dengan Malaysia mengakui bahwa jaringan telekomunikasi masih menjadi permasalahan. Untuk itu, dirinya akan menindaklanjuti permasalahan tersebut, agar permasalahan signal bisa segera teratasi.

"Sinyal belum ada, kita sudah kerjasama dengan Telkom. Tinggal kita tindak lanjuti. Karena saya tidak mau kepala desa maupun masyarakat desa punya HP, tapi gak ada signalnya." Kata Menteri Abdul Halim Iskandar saat berada di Desa Temajuk, Sambas pada Sabtu (11/1).

Baca Lainnya : Kemendes PDTT Tekankan Pentingnya Sinergi Program Pemberdayaan Desa Milik Perguruan Tinggi

Dalam keterangan tertulisnya, Halim mengungkapkan diera digitalisasi saat ini semua kebutuhan dan informasi bisa dipenuhi dan diketahui oleh masyarakat. Namun, kalau tidak ada pendukung dalam hal ini jaringan internet. Maka, semua itu akan tidak ada gunanya.

"Kalau gak ada signal, itu gak ada gunanya. Makanya, untuk urusan signal ini itu menjadi urusan prioritas Kemendes, karena ini sangat penting untuk membuka informasi dan diera ini kita harus akui bahwa kita mengandalkan digitalisasi," katanya.

Selain masalah signal, Menteri Abdul Halim menuturkan bahwa harapan untuk perbanyak ekspor belum terpenuhi untuk daerah perbatasan. Padahal, daerah-daerah perbatasan memiliki banyak potensi.

Baca Lainnya : Menteri Desa Tegaskan Komitmen Dukung BUMDes yang Aktif dan Inovatif

"Oleh karena itu, target utama setelah pulang dari sini, saya akan terus koordinasikan dengan kementerian lain, bagaimana di Sambas terjadi percepatan produksi dalam keadaan sudah jadi (bukan mentah) untuk diekspor ke negara tetangga. Karena itu memang sangat penting," katanya.

Dalam kunjungan ke Kabupaten Sambas pada Sabtu (11/1) adalah kunjungan yang kedua Menteri Abdul ke Kalimantan Barat. Sebelumnya pada Jumat (10/1) melakukan kunjungan ke kabupaten Kubu Raya. Usai dari Kabupaten Sambas, kunjungan dilanjutkan ke Kabupaten Menpawah pada Minggu (12/1).

Dalam kunjungannya, Menteri Abdul Halim Iskandar didampingi istrinya Lilik Umi Nasriyah dan sejumlah pejabat dilingkungan Kemendes PDTT dan sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Sambas dan Pemprov Kalimantan Barat.

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

25 Feb 2020
25 Feb 2020
25 Feb 2020

Baca Juga

Berita Lainnya